Kiai di Jombang Jalani Vaksinasi, Prof Bisri: Saya Menunggu Ulama Kota Malang Divaksin

Mar 29, 2021 20:05
Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Magfiroh Malang Prof Dr Ir Muhammad Bisri MS saat ditemui MalangTIMES.com, Senin (29/3/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Magfiroh Malang Prof Dr Ir Muhammad Bisri MS saat ditemui MalangTIMES.com, Senin (29/3/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Kurang lebih sepekan yang lalu tepatnya pada hari Selasa (22/3/2021) Presiden RI Joko Widodo menyaksikan langsung para kiai dan pimpinan pondok pesantren menjalani proses vaksinasi di Pendapa Kabupaten Jombang. 

Peristiwa itu pun memperkuat alasan dari pengasuh sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Bahrul Magfiroh Prof Dr Ir Muhammad Bisri MS sangat menunggu sekali tindakan dari Pemerintah Kota Malang untuk melakukan vaksinasi kepada para ulama, pengasuh pondok pesantren dan takmir masjid di Kota Malang. 

"Saya menunggu sekali. Saya kan juga takmir Masjid Agung Jami Malang. Teman-teman takmir juga menunggu, pengurus-pengurus pondok juga menunggu. Tapi sampai hari ini kok belum ada anu ya (tindakan vaksinasi, red)," ungkapnya kepada MalangTIMES.com, Senin (29/3/2021). 

Mantan Rektor Universitas Brawijaya (UB) itu pun juga menjelaskan urgensi untuk vaksinasi kepada para ulama, pengasuh pondok pesantren dan takmir masjid, mereka semua selalu kontak langsung dengan para jamaah dari berbagai macam latar belakang. 

"Urgensinya mereka kan berhubungan dengan jemaah. Setiap hari pengurus pondok berhubungan dengan santri dan orangtua. Kegiatan ini (vaksinasi, red) targetnya sangat penting sekali karena termasuk dalam ikhtiar kita. Walaupun bukan satu-satunya bisa jadi kebal dari virus, tapi ikhtiar kita," ujarnya. 

Terlebih lagi, dikatakan Bisri bahwa proses vaksinasi kepada para ulama dan kiai juga sudah dilakukan secara simbolis dengan disaksikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo di Pendapa Kabupaten Jombang sepekan yang lalu. 

"Oleh karena itu, menurut saya sudah waktunya untuk ulama, pengurus pondok dan takmir itu mulai harus divaksin. Di tempat lain juga sudah kok. Kenapa di Kota Malang kok belum? Di Jombang aja sudah," terangnya. 

Sementara itu, terkait koordinasi dan komunikasi kepada jajaran Pemerintah Kota Malang, Bisri mengungkapkan bahwa hal tersebut bukan tupoksi (tujuan pokok fungsi) secara resmi. Namun secara pembicaraan lisan pihaknya sempat berkoordinasi dengan Wali Kota Malang Sutiaji. 

"Saya belum pernah meminta. Karena saya tidak pada kapasitasnya dan saya atas nama siapa mau meminta. Kecuali kalau MUI (Majelis Ulama Indonesia, red)," katanya. 

Namun terdapat lembaga-lembaga resmi yang menaungi para ulama, pengasuh pondok pesantren dan takmir masjid di Kota Malang, seperti MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan Kantor Kementerian Agama RI Kota Malang. 

"Mestinya MUI yang mewakili ulama di Malang Raya atau di Malang Kota itu mengajukan ke Pak Wali. Takmir-takmir itu kan termasuk ulama. Namanya aja Majelis Ulama Indonesia lewat MUI. Kalau di pondok pesantren itu ke Kemenag. Pembinaannya ada di Kemenag. Oleh karena itu Kemenag lah yang memperhatikan kita mengajukan ke Pak Wali Kota itu nanti biar (di fasilitasi, red)," pungkasnya. 

Topik
Joko WidodoVaksinasiBahrul Maghfirohprof muhammad bisriProf Bisri

Berita Lainnya

Berita

Terbaru