Satreskoba Tangkap Pejabat Kota Malang dan Lima Tersangka Lain

Mar 28, 2021 20:17
Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Gatot Repli Handoko saat merilis ungkap kasus penyalahgunaan narkoba di Mapolresta Malang Kota, Minggu (28/3/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Gatot Repli Handoko saat merilis ungkap kasus penyalahgunaan narkoba di Mapolresta Malang Kota, Minggu (28/3/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Jajaran Satreskoba (Satuan Reserse Narkoba) Polresta Malang Kota meringkus enam tersangka penyalahgunaan narkoba. Satu tersangka di antaranya merupakan pejabat di  lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dengan inisial AH. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun MalangTIMES.com, lima tersangka lain berinisial F, FN, CL, IL, dan FR. Mereka diringkus jajaran Satreskoba Polresta Malang Kota di beberapa lokasi yang berbeda. 

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Gatot Repli Handoko menjelaskan kronologi penangkapan terhadap enam tersangka. Penangkapan itu bermula dari jajaran Satreskoba Polresta Malang Kota yang menangkap dua wanita berinisial FN dan CL berdasarkan informasi dari tersangka sebelumnya, yakn F.

"Berawal pada  Rabu (24/3/2021) sekitar pukul 22.30 WIB Satreskoba Polresta Malang Kota melakukan penangkapan dua perempuan berinisial FN dan CL di tepi jalan di daerah LA Sucipto, Kecamatan Blimbing. Dari tangan keduanya, berhasil diamankan satu buah inex atau ekstasi," ungkapnya kepada MalangTIMES.com, Minggu (28/3/2021). 

Kemudian dilakukan interogasi kepada dua perempuan itu.  Dikatakan Gatot, berdasarkan keterangan dari dua tersangka tersebut, narkoba jenia ekstasi didapatkan dari seorang laki-laki berinisial IL. Polisi kemudian dilakukan pengembangan kasus. 

"Berdasarkan informasi dari IL inilah, kemudian tim dari Satreskoba Polresta Malang Kota melakukan pengembangan dengan melakukan komunikasi dengan saudara IL melalui WA," ujarnya. 

Berdasarkan informasi yang diberikan IL inilah, akhirnya jajaran Satreskoba Polresta Malang Kota melakukan pemeriksaan ke sebuah hotel yang ada di Kota Malang.  "Dari IL ini ada perubahan informasi yang diberikan Satreskoba Polresta Malang Kota. Yang berawal tadi mengaku barang tersebut diperoleh dari seseorang yang berada di kamar 619. Kemudian saat diinterogasi kembali, berubah dari kamar 619 menjadi kamar 419. Padahal dari data IT yang kita dapatkan dari hasil juga konfirmasi itu di kamar 415," bebernya. 

Saat dilakukan penggeledahan terhadap kamar 419 yang merupakan informasi dari tersangka IL, ternyata di dalam kamar 419 tersebut, target operasi yang dicari justru tidak berada d itempat. Malah yang berada di dalam kamar tersebut yakni seorang perwira menengah TNI AD.  Peristiwa salah geledah itulah yang membuat heboh akhir-akhir ini.

Perwira yang sebelumnya menjabat sebagai analis kebijakan madya bidang penmas Divhumas Polri ini mengatakan, Kamis (25/3/2021) sekitar pukul 05.00 WIB telah ditangkap satu orang lagi berinisial FR yang didapatkan dari pengembangan kasus penangkapan tersangka FN dan CL. 

"Dari FR inilah ditemukan lagi barang bukti berupa satu bungkus psikotropika dan 20 bungkus narkotika jenis ganja. Dari hasil pengembangan tersebut, diperoleh lagi tersangka yang bernama AH dan berhasil diamankan hari Kamis (25/3/2021) pukul 13.30 WIB di rumahnya di daerah Kecamatan Blimbing, Kota Malang," ungkapnya. 

Gator menyebut tersangka AH yang ditangkap terakhir  merupakan ASN  di lingkungan Pemerintah Kota Malang.  "Jadi, AH ini adalah ASN. Sebagai pengguna dan masih kami lakukan pengembangan. Barang bukti satu setengah gram sabu. Kalau masih bicara gram, berarti pengguna," katanya. 

Berdasarkan pemeriksaan terhadap keenam tersangka, jajaran Satreskoba Polresta Malang Kota berhasil mengumpulkan barang bukti berupa empat poket sabu, 20 poket ganja, juga terdapat inex, serta sebuah handphone. 

"Pasal yang dilanggar mereka, Pasal 111 Ayat 1, Pasal 114 Ayat 1, Pasal 112 Ayat 1, Pasal 132 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan psikotropika. Ancaman hukumannya adalah 5 tahun sampai dengan 20 tahun," pungkasnya.

Topik
Kasus NarkobaSatreskoba Polresta Malang KotaKabid Humas Polda Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru