Lewat Puisi, Rektor UIN Malang Kecam Aksi Pengeboman Gereja Katedral

Mar 28, 2021 17:45
Rektor UIN MALIKI Malang Prof Abdul Haris (doc MalangTIMES)
Rektor UIN MALIKI Malang Prof Abdul Haris (doc MalangTIMES)

MALANGTIMES - Minggu (28/3/2021) pukul 10.28 WITA, terjadi aksi pengeboman di komplek Gereja Katedral, Jalan Kartini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Aksi tersebut memantik kecaman dari berbagai unsur masyarakat. Salah satunya adalah Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN MALIKI) Malang, Prof Dr Abdul Haris.

Kecaman Haris, sapaan akrab dari Rektor UIN MALIKI Malang itu, disampaikannya melalui karya sastra puisi. Puisinya berjudul "PELEDAKAN BOM MENAKUTI, Tindakan Terkutuk Sangat Tidak Islami".

Menurutnya, perbuatan pelaku merupakan perbuatan yang harus dikutuk keras demi rasa kemanusiaan yang harus dihormati dan dijunjung tinggi. Aksi tersebut sangatlah tak patut dilakukan meski dengan alasan dan argumentasi apapun.

"Menistakan orang lain dengan alasan tak terpuji. Bahkan sangat bertentangan dengan ajaran para Nabi. Kita wajib mengutuknya demi kemanusiaan yang dihormati," ungkap Prof Haris melalui petikan puisinya.

Lewat puisinya, Haris juga sangat menyayangkan aksi tersebut. Sebab, belum selesai semua pihak mendapatkan sebuah musibah pandemi Covid-19, saat ini malah kembali terbebani dengan sebuah gerakan yang tak bernilai.

"Sungguh sangat disayangkan di masa kini. Masih saja orang tidak mengerti cara hidup damai. Sepertinya kita harus kerja keras lagi dan menguatkan isu moderasi dan toleransi. Meski beda agama namun harus rukun sepanjang masa. Bukan dengan peledakan bom cara dapatkan surga," tegas Haris.

Sementara itu, mengenai puisi karangan Prof Abdul Haru yang menunjukkan kecaman terhadap aksi pengeboman tersebut, sebagai berikut :

PELEDAKAN BOM MENAKUTI,

Tindakan Terkutuk Sangat Tidak Islami.

Ya Allah peristiwa terjadi lagi. Sebuah peledakan bom untuk menakuti. Menistakan orang lain dengan alasan tak terpuji. Seperti yang dikatakan oleh Gus Yaqut Menag RI. Tidak ada alasan apa pun atau argumentasi. Bahkan sangat bertentangan dengan ajaran para Nabi. Kita wajib mengutuknya demi kemanusiaan yang dihormati.

Sepertinya kita harus kerja keras lagi. Kuatkan isu moderasi dan toleransi. Belum lagi kita selesai kerja keras talangi pandemi. Sekarang lagi-lagi terbebani dengan gerakan tak bernilai.

Sungguh sangat disayangkan di masa kini. Masih saja orang tidak mengerti cara hidup damai. Apalagi saling tolong menolong meski beda yang diyakini. Islam yang rahmatal lil alamin harus menjadi amunisi. Paham agama yang bisa menjadi penjamin hidup di NKRI.

Sekali lagi aku katakan pada mereka. Jangan membuat ulah di era banyak orang susah. Bukan dengan peledakan bom cara dapatkan SURGA. Tapi justru saling kasih sayang sesama jadi kuncinya. Meski berbeda agama namun harus rukun sepanjang masa.

Mari kita berdo'a di nishfus Sya'ban bersama. Semoga peristiwa ini tidak lagi menjadi wabah. Kita ucapkan untuk Gereja Katedral Makasar sebagai bela sungkawa. Teruslah beraktivitas jangan takut biar mereka putus asa.

Malang, 28 Maret 2021

'Abd Al Haris Al Muhasibiy

Topik
peledakan bom gereja katedralBom Bunuh DiriRektor UINRektor UIN Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru