Pendapatan Kedai-Kedai Kopi Menurun Karena Adanya Pandemi COVID-19

Mar 28, 2021 11:37
Salah satu keadaan kedai kopi di Jl. Raya Dermo dengan minimnya pelanggan yang ada (Foto: Rayhan Wildan Aziz)
Salah satu keadaan kedai kopi di Jl. Raya Dermo dengan minimnya pelanggan yang ada (Foto: Rayhan Wildan Aziz)

INDONESIATIMES - Pada tahun 2020 silam, adanya virus COVID-19 membuat pemerintah menerapkan prosedur kesehatan ketat. Salah satunya dengan menerapkan sistem lockdown dan bekerja di rumah atau bekerja dari rumah (WFH) untuk menekan penyebaran virus tersebut. 

Prosedur yang dilaksanakan atau diterapkan pemerintah dimulai dari bulan Maret hingga Agustus 2020 silam. Khususnya, pada daerah Kabupaten Malang yang juga ikut serta melakukan prosedur tersebut.

Ada 20 lebih tempat kedai kopi yang berada di Jl. Raya Dermo, Desa Mulyoagung, Dusun Dermo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, yang sangat merasakan sekali bagaimana penurunan pendapatan mereka dikala pandemi COVID-19 dengan prosedur yang telah diterapkan pemerintah. Adapun sebagian dari kedai tersebut adalah pekerjaan pokok dari pemilik kedai.

“Mau sampai kapan kaya gini terus? Yang ada semakin begini terus semakin tidak ada pendapatan dan membuat kita-kita (para pemilik kedai) bangkrut,” ujar Kukuh, salah satu pemilik kedai kopi daerah tersebut.

Selain itu, dimana pendapatan yang biasa rata-rata mereka dapat bisa hingga Rp 25 juta perbulannya, berbeda dengan saat pandemi ini berlangsung, yang hanya mencapai rata-rata Rp 1 juta hingga Rp 2 juta perbulannya. Bahkan itu hanya pendapatan kotor yang mereka dapat dan bukan pendapatan bersih.

Meski dengan melakukan segala cara melakukan penjualan yang hanya dilakukan secara take away atau bisa meng order di aplikasi Go-Jek/Grab dan bahkan membuka kedai secara diam-diam hanya agar mendapatkan pendapatan untuk membiayai segala biaya operasional yang ada.

Namun, untungnya segala ‘penderitaan’ yang mereka rasakan tersebut mulai berkurang di bulan November 2020 silam hingga sekarang, Di mana sudah diperbolehkan untuk melakukan proses jual-beli secara langsung (pembeli datang dan menikmati hidangan secara langsung di kedai mereka). Terlebih dari itu, mereka pun sudah belajar dari adanya pandemi tersebut jika nanti ada suatu musibah yang akan datang.

Topik
Pandemi Covid 19ekonomi masyarakatKabupaten Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru