Ekonomi Syariah, Pengertian dan Karakteristik yang Melekat

Mar 28, 2021 11:30
Ekonomi Syariah (Foto: Istimewa)
Ekonomi Syariah (Foto: Istimewa)

INDONESIATIMES - Belakangan ini, ekonomi syariah menjadi sebuah topik pembicaraan yang begitu hangat disampaikan dalam berbagai forum. Memiliki sederet karakter dan keistimewaan, penerapan ekonomi syariah pun semakin banyak digandrungi. Lantas, apa sebenarnya pengertian hingga karakteristik yang melekat dari ekonomi syariah itu? Berikut penjelasan ringkasnya.

PENGERTIAN

Ekonomi syariah, atau biasa disebut dengan Ekonomi Islam adalah bentuk percabangan ilmu ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

TUJUAN

Tujuan ekonomi syariah yaitu falah. Falah adalah kesuksesan berupa tercapainya kebahagiaan dalam segi materil dan spiritual serta tercapainya kesejahteraan dunia dan akhirat.

PRINSIP-PRINSIP DASAR

1.Keimanan dan ketakwaan

2. Memenuhi kebutuhan

3. Pembagian kepemilikan

4. Pengelolaan kepemilikan

5. Mata uang berbasis logam mulia

KARAKTERISTIK

Berikut merupakan karakteristik dari ekonomi syariah itu sendiri:

1. Menggunakan sistem bagi hasil, dimana pembagian keuntungan yang diperoleh dari aktivitas ekonomi dilakukan secara adil.

2. Menggabungkan nilai spiritual dan material, dimana kekayaan yang diperoleh dari kegiatan ekonomi dapat digunakan untuk zakat, infaq, dan shodaqah sesuai ajaran Islam.

3. Memberikan kebebasan sesuai ajaran Islam, dimana memberikan kebebasan para pelaku ekonomi dalam menjalankan kegiatan yang dilakukan secara positif sesuai ajaran yang berlaku dan mempertanggungjawabkan yang telah dilakukan,

4. Mengakui kepemilikan multi jenis, artinya bahwa kepemilikan dana dan harta dalam perekonomian sejatinya hanyalah milik Allah.

5. Terikat akidah, syariah, serta modal, dimana semua kegiatan ekonomi didasarkan pada akidah, syariah, dan moral untuk menyeimbangkan perekonomian.

6. Menjaga keseimbangan rohani dan jasmani, dimana dianjurkan untuk mendapatkan keuntungan untuk ketenangan batin didalam hidup.

7. Memberikan ruang pada negara dan pemerintah, dimana pemerintahan negara ikut serta sebagai penengah apabila terjadi suatu masalah.

8. Melarang praktik riba, tidak bolehnya melakukan penambahan pembayaran oleh orang yang memiliki harta kepada orang yang meminjam hartanya karena pengunduran janji pembayaran oleh pinjaman dari waktu yang telah ditentukan.

Topik
ekonomi syariahpengertian ekonomi syariahkarakteristik ekonomi syariah

Berita Lainnya

Berita

Terbaru