Hanya Gara-Gara Tak Diberi Uang Rp 3 Juta, Anak Bunuh Bapak Kandungnya

Mar 25, 2021 16:08
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat menginterogasi pelaku pembunuh bapak kandungnya (foto: istimewa)
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat menginterogasi pelaku pembunuh bapak kandungnya (foto: istimewa)

MALANGTIMES - Kelakuan Adi Pratama (26) sungguh di luar dugaan. Betapa tidak? Hanya karena tidak diberi uang sejumlah Rp 3 juta, ia tega membunuh bapak kandungnya dengan sadis. Karena perbuatannya itu, dia pun harus meringkuk di penjara.

Penangkapan Adi ini bermula saat Polres Malang berhasil mengamankan satu pelaku yang awalnya diduga menjadi pembunuh Tamin (46) yang ditemukan tewas dengan penuh luka di bagian wajah dan luka bakar.

Saat dirilis di Mapolres Malang Kamis (25/3/2021), Adi justru mengeluarkan pernyataan di luar dugaan. Pria 26 tahun itu mengaku tidak mengetahui keberadaan bapak kandungnya. “Bapak kamu di mana sekarang?,” tanya Kapolres Malang AKBP Hendri Umar.

“Tidak tahu,” jawab Adi Pratama dengan polos.

Menurut Hendri dari pemeriksaan yang dilakukan Satreskrim Polres Malang, Adi diketahui sebelumnya meminta uang sejumlah Rp 3 juta. Akan tetapi Tamin masih memberikan uang Rp 1 juta, tidak terima karena tidak sesuai keinginannya Adi kemudian menganiaya Tamin hingga tewas.

“Tamin hanya memberikan uang Rp 1 juta. Dari situ Adi kalap hingga akhirnya menganiaya ayahnya sendiri,” terang Hendri.

Hendri juga mengungkapkan bahwa sebelumnya Adi kerap meminta uang dan barang, akan tetapi tidak pernah dipenuhi oleh Tamin. Hal itulah yang membuat Adi nampaknya kesal hingga akhirnya melakukan hal di luar dugaan. “Pernah suatu kali, ia (Adi) meminta mobil Honda Jazz, tapi tidak dipenuhi oleh korban,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ternyata Adi mengalami depresi selama beberapa tahun terakhir. Bahkan ia tercatat pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Radjiman Wediodiningrat, Lawang. “Terhitung tersangka sudah lima kali masuk RSJ di Kabupaten Malang,” terang dia.

Akan tetapi, Hendri masih akan mempertimbangkan kembali penahanan kepada Adi. Hal itu karena berkaitan dengan kondisi kejiwaannya yang terganggu. “Kami akan segera koordinasi dengan RSJ. Karena kami tidak ingin mengambil risiko ditempatkan di rutan Polres Malang. Sementara kami tempatkan di RSJ, sembari kami lakukan penjagaan selama menunggu hasil pemeriksaan kondisi kejiwaan pelaku,” beber Hendri.

Topik
Berita MalangHendri UmarKapolres Malanganak bunuh bapak
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru