MajuJadi Bacarek, Gubes Ini Ingin Ada Debat Publik dan Pakta Integritas Anti Plagiasi

Mar 25, 2021 16:01
Prof Dr Suhartono saat menyerahkan berkas pendaftaran bakal calon rektor ke tim panitia penjaringan (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Prof Dr Suhartono saat menyerahkan berkas pendaftaran bakal calon rektor ke tim panitia penjaringan (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - 25 Maret 2021, merupakan awal dari kontestasi pemilihan Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN MALIKI) Malang. Hari ini merupakan hari pertama pembukaan pendaftaran bakal calon. Dan salah satu Guru Besar UIN Malang, yakni Prof Dr Suhartono Mkom, hari ini melakukan pendaftaran.

Guru Besar Bidang Ilmu Komputer tersebut menyerahkan berkas persyaratan langsung kepada tim Panitia Penjaringan Bakal Calon Rektor 2021-2025 yang diterima langsung oleh ketua tim, yakni Dr H Badruddin MHI.

"Hari ini saya mendaftar sebagai bakal calon Rektor, saya serahkan berkas pendaftaran ke panitia dan sudah diterima. Semuanya sudah lengkap," jelasnya ditemui usai mendaftar.

Lebih lanjut dijelaskannya, dalam kontestasi pemilihan rektor, pihaknya berharap agar bisa memunculkan sosok pemimpin yang memiliki Track Record bersih dari berbagai permasalahan. Baik itu permasalahan hukum maupun permasalahan akademik seperti plagiasi.

Panitia Penjaringan Bakal Calon Rektor, diharapkannya membuat kesepahaman pakta integritas anti plagiasi yang ditandatangani semua bakal calon rektor.

"Sebenarnya kita ingin semua calon itu ada pakta anti plagiasi, tapi pada berkas ini (persyaratan berkas pendaftaran) tidak ada. sebenarnya kami ingin semua calon pemimpin komitmen untuk anti plagiasi," terangnya.

Lanjut Suhartono, Plagiasi ini merupakan sebuah perbuatan yang menciderai dunia akademik. Dalam budaya akademik UIN Malang, moral merupakan panglima tertinggi. Kepatuhan etika menjadi penghantar menuju norma kepantasan dan ketidak pantasan, layak dan tidak layak, baik dan buruk.

Bangunan tradisi moral Ahlaqul Karimah dalam dunia akademik, kemudian moral dan etika menjadi legacy pembentukan integrasi peradaban melalui ilmu, pengetahuan, dan teknologi.

Karenanya, pihaknya menyarankan agar nantinya dalam kontestasi Pilrek terdapat sebuah forum debat publik secara terbuka. Kemudian masing-masing bakal calon rektor memberikan klarifikasi khusus secara terbuka di hadapan media yang disertai dengan serangkaian tanya jawab oleh para wartawan maupun publik secara umum terkait komitment untuk anti plagiasi. Hal itu bertujuan, agar publik turut mengetahui  kapabilitas dari seorang calon Rektor yang maju dalam kontestasi.

"Tapi itu kan kembali lagi ke Senat, bagaimana nantinya, Tentunya masyarakat juga ingin mengetahui calonnya siapa saja, bagaimana sosoknya, kemampuan maupun latar belakangnya bagaimana. Jika itu ada (debat publik) tentu akan semakin bagus," jelasnya.

Ketua Panitia Penjaringan Bakal Calon Rektor 2021-2025, Dr H Badruddin MHI menjelaskan, jika hari pertama terdapat dua pendaftar. Sebelum Prof Suhartono, Rektor UIN Malang, Prof Abdul Haris, terlebih dahulu mendaftar sebagai pendaftar pertama.

"Pak Rektor tadi jam 09.00 wib, pendaftar pertama, dan kedua Prof Suhartono yang mendaftar. Keduanya sudah memenuhi berkas administrasi," pungkasnya.

Topik
Pemilihan Rektor UIN Malangprof suhartonoProf Abdul HarisRektor UIN Maliki Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru