Di Tengah Pandemi Covid-19, Mahasiswa UMM Bentuk Rumah Belajar dan Branding UMKM

Mar 25, 2021 09:04
Mahasiswa UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) yang tergabung dalam Kelompok 37 gelombang dua PMM (Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa) di Kabupaten Mojokerto. (Foto: Dok. Kelompok 37 for JatimTIMES) 
Mahasiswa UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) yang tergabung dalam Kelompok 37 gelombang dua PMM (Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa) di Kabupaten Mojokerto. (Foto: Dok. Kelompok 37 for JatimTIMES) 

JATIMTIMES - Di tengah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan mewabah di wilayah Kabupaten Mojokerto, membuat beberapa mahasiswa UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) membentuk rumah belajar serta membuat terobosan dalam melakukan branding UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. 

Beberapa mahasiswa UMM yang tergabung dalam kelompok 37 gelombang dua pada program PMM (Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa) beranggotakan Nabilah Hapshari Putri, Riris Ayu Pangestu, Ayu Sekar Alief, Gerda Pramadhani Ananda dengan diketuai Muhammad Fahmi.

Muhammad Fahmi menuturkan, bahwa kegiatan PMM yang dilakukan oleh kelompoknya tersebut berlangsung mulai 25 Februari 2021 sampai 27 Maret 2021. Terkait dua terobosan yang dihasilkan dari kelompoknya tersebut, Fahmi mengatakan bahwa hal itu dilakukan untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. 

Karena menurutnya , pandemi Covid-19 sudah membuat segala aktivitas mengalami permasalahan. Mulai dari aktivitas perekonomian, pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas sosial kemasyarakatan juga terganggu.

"Kami membuat program salah satunya yakni Rumah Belajar. Kegiatan belajar mengajar ini dilakukan di Taman Kanak-kanak Desa Kedungudi, Trawas. Anak-anak TK ini juga antusias pun membuat kami agar semangat mengajar," ujarnya kepada JatimTIMES.com, Kamis (25/3/2021). 

Selain kegiatan belajar mengajar terhadap anak-anak TK, pihaknya juga menggelar suatu ajang pencarian bakat terhadap anak-anak yang berada di sekitar wilayah Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. "Itu untuk mengasah kemampuan mewarnai dan membaca cerita yang bagus dan terampil," katanya. 

Dari hasil gambar yang bagus serta intonasi pembacaan cerita yang jelas dan menarik, kata Fahmi bahwa anak-anak tersebut juga dihadiahkan sebuah buku, alat warna, serta makanan ringan untuk menambah semangat anak-anak dalam belajar di tengah pandemi Covid-19. 

Sementara itu, salah satu anggota kelompok 37 gelombang dua yakni Nabilah mengatakan, bahwa program selanjutnya yakni membuat terobosan dengan memasarkan produk UMKM khas dari Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto yang terkenal dengan umbi-umbiannya. 

Salah satu olahan dari umbi-umbian yang terkenal berasal dari Desa Kedungudi yakni diolah untuk menjadi makanan ringan bernama samiler. Namun dari segi kemasan dan pemasaran warga setempat yang melakukan produksi samiler tersebut merasa kesusahan.

Akhirnya, kelompok 37 gelombang dua PMM UMM ini untuk tahap awal membantu dalam hal kemasan agar lebih menarik serta memasarkan melalui media sosial masing-masing anggota kelompok. 

"Kami memutuskan untuk memberikan solusi yang tepat untuk kemasan dan membantu memasarkan kerupuk samiler tersebut melalui media sosial masing-masing anggota terlebih dahulu. Lalu juga mengajak teman-teman kita untuk membantu memasarkan," ujarnya. 

Selain memasarkan UMKM di bidang kuliner, juga dilakukan promo di bidang wisata yakni terkait jalur pendakian menuju Gunung Penanggungan melalui Desa Kedungudi. Nabilah menuturkan bahwa jalur Desa Kedungudi sudah ada sejaka lama namun kurang populer. 

"Sebetulnya jalur ini sudah lama ada sejak dulu, namun kurang populer jika dibandingkan dengan jalur Tamiajeng. Hal itu dikarenakan kurangnya perhatian warga akan jalur ini dan jalur ini termasuk baru jika dibanding jalur Tamiajeng," ujarnya. 

Mempertimbangkan hal tersebut, akhirnya kelompok 37 gelombang dua PMM UMM mempromosikan jalur Desa Kedungudi untuk menuju Gunung Penanggungan melalui video yang dibagikan di beberapa platform media sosial. 

"Tim kami membuat mempromosikan jalur ini lewat video dan disebarkan melalui sosial media seperti Instagram," terangnya. 

Kegiatan-kegiatan seputar belajar mengajar, promosi produk UMKM hingga promosi jalur pendakian ke Gunung Penanggungan melalui Desa Kedungudi dapat dipantau melalui media sosial instagram di @cerita.kedungudi.

Topik
Mahasiswa UMMBranding UMKMRumah BelajarUniversitas Muhammadiyah Malang UMMUsaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru