PPKM Mikro Kota Malang, Kapolresta Leonardus: Terdapat Penambahan 15 KTS

Mar 24, 2021 08:22
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata (empat dari kanan depan) bersama Dandim Letkol Arm Ferdian Primadhona saat launching KTS ke-100, Selasa (23/3/2021). (Foto: Humas Polresta Malang Kota) 
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata (empat dari kanan depan) bersama Dandim Letkol Arm Ferdian Primadhona saat launching KTS ke-100, Selasa (23/3/2021). (Foto: Humas Polresta Malang Kota) 

MALANGTIMES - Selama pelaksanaan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Mikro Kota Malang yang telah berlangsung hingga jilid ketiga, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata menyebutkan, telah terdapat penambahan 15 KTS (Kampung Tangguh Semeru) di Kota Malang. 

"Sebelum PPKM Mikro, di Kota Malang terdapat 85 KTS. Selama PPKM Mikro berjalan, kami telah melakukan penambahan sebanyak 15 KTS. Sehingga saat ini total jumlah KTS di Kota Malang berjumlah 100. Kami telah meresmikan KTS ke-100," ungkapnya kepada awak media, Selasa (23/3/2021) kemarin. 

Perwira yang akrab disapa Leo ini melanjutkan, bahwa untuk peresmian KTS ke-100 di Kota Malang telah dilakukan yakni terpilih wilayah RW 07 Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang sebagai KTS ke-100 di Kota Malang. 

Dengan adanya 100 KTS di Kota Malang, Leo juga mengatakan, pihaknya sejak awal sudah melakukan pengecekan dan memperhatikan langsung pada kondisi masing-masing KTS. 

"KTS yang ada di Kota Malang ini  semuanya berjalan, kami akan kawal terus. Ke depan, jumlah KTS di Kota Malang akan kami tambah jumlahnya," ujarnya. 

Perwira dengan tiga melati di pundaknya ini menuturkan, bahwa sebagian besar KTS yang ada di Kota Malang sudah mulai dilengkapi dengan beberapa fasilitas penunjang kesehatan dan tidak terfokus menjadi lumbung pangan saja. 

"Tidak hanya lumbung pangan saja, melainkan juga punya tempat isolasi. Seperti KTS di RW 07, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing ini. Selain tempat isolasinya memiliki empat bed, mereka juga mempunyai UMKM (usaha mikro kecil menengah, red) yang dikelola oleh warga sekitar," ungkapnya. 

Hadirnya KTS di lingkungan warga dengan penambahan beberapa fasilitas penunjang kesehatan, menurut Leo, memiliki manfaat dan pengaruh yang sangat besar dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Malang. 

"Kehadiran KTS, sangat menekan penyebaran Covid-19," tuturnya. 

Pihaknya juga terus melakukan pemantauan dan menurutnya jajaran petugas KTS di Kota Malang yang berkolaborasi dengan Babinsa, Babhinkamtibmas dan pihak puskesmas setempat, setiap hari selalu melakukan penjemputan terhadap pasien yang melakukan isolasi mandiri di rumah. 

"Kalau dulu diawal bisa mengantar antara 10 hingga 12 orang yang isolasi mandiri. Sekarang tiga atau empat pasien saja. Karena memang kasus aktif Covid-19 sudah menurun," terangnya. 

Dua tempat yang masih sama untuk pasien menjalani isolasi mandiri agar mempercepat kesembuhan yakni berada di Rumah Sakit Lapangan Idjen Boulevard dan Rumah Isolasi Jalan Kawi. 

Terakhir, Leo pun menyampaikan, bahwa untuk di Kota Malang hingga jilid ketiga penerapan PPKM Mikro yang berakhir pada hari Selasa (23/3/2021) kemarin, Kota Malang statusnya masih berada di zona kuning. Walaupun di masing-masing wilayah RT di Kota Malang didominasi zona hijau Covid-19. 

Sebagai informasi, berdasarkan rekapan data dari Satgas Covid-19 Kota Malang per hari Selasa (23/3/2021) total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 6.168 dengan pasien yang masih dalam pantauan 23 orang, meninggal 563 orang dan sebanyak 5.582 orang dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Topik
kampung tangguh semeru di Kota MalangKapolresta Malang Kota AKBP Leonardus Sinarmataberita covid 19 kota malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru