Diduga Dibunuh Anaknya yang Depresi, Korban Ditemukan Bersimbah Darah

Mar 23, 2021 20:11
Petugas kepolisian saat melakukan penjagaan di lokasi kejadian, Selasa (23/3/2021). (Foto: Istimewa)
Petugas kepolisian saat melakukan penjagaan di lokasi kejadian, Selasa (23/3/2021). (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Tamin, warga Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang ditemukan tewas mengenaskan di kediaman putra kandungnya, Selasa (23/3/2021). Pria 46 tahun ini diduga kuat meninggal karena dibunuh oleh pemilik rumah yang notabene merupakan putra sulungnya bernama Adi Pratama.

Dugaan pembunuhan yang terjadi antara dua orang yang saling memiliki hubungan darah ini, disampaikan langsung oleh Kepala Desa (Kades) Bumirejo Sugeng Wicaksono.

”Mayat korban ditemukan di dalam rumah (putranya, red) dengan kondisi kepala, tangan, dan kakinya mengalami luka seperti bekas senjata tajam dan luka bakar,” ucapnya, Selasa (23/3/2021).

Sesaat sebelum ditemukan meninggal, diterangkan Sugeng, warga setempat yang tinggal di sekitar lokasi kejadian mengaku mendengar ada suara teriakan minta tolong. ”Jadi berdasarkan keterangan warga tadi malam sekitar kurang lebih jam 01.00 WIB itu, ada tetangga yang mendengar suara minta tolong,” jelasnya.

Mendengar suara orang minta tolong tersebut, salah satu warga sempat berinisiatif untuk menghubungi Tamin. Namun, saat dihubungi melalui telepon, ternyata handphone (HP) yang bersangkutan ditinggal di rumahnya.

”Tetangga yang mendengar suara itu sempat menghubungi korban yang bernama Pak Tamin itu. Ketika ditelepon ternyata HP-nya ketinggalan di rumah. Sehingga yang mengangkat adalah istrinya (korban) dan menyampaikan bahwa pak Tamin sudah ngetan, sudah ke rumah sini (rumah putranya alias di TKP, red),” terangnya.

Sekedar informasi, dijelaskan Sugeng, rumah antara korban dan putranya memang berdekatan, jaraknya sekitar 500 meter. Lantaran putranya yang bernama Adi tersebut mengalami depresi, korban rutin mengunjungi rumah putranya untuk memastikan kondisinya.

”Pak Tamin memang rutin ke sini (rumah putranya) dan biasanya jam 04.00 WIB baru pulang ke rumahnya. Kan rumahnya ada 2, di sini ada 1 yang tempati Adi sendirian dan rumah Pak Tamim yang berjarak sekitar 500 meter dari sini,” terangnya.

Lantaran ada rutinitas itulah, warga yang sempat mendengar suara orang minta tolong sempat mengira jika yang berteriak adalah Adi. ”Orang-orang itukan kalau dengar suara ribut di sini seperti minta tolong, teriak maling itukan biasanya Adi. Nah dikira tadi malam itu suaranya Adi yang sedang kambuh,” imbuhnya.

Warga beserta keluarga baru menaruh curiga setelah seharian korban tak kunjung pulang ke rumahnya paska menjenguk putranya. Hingga akhirnya, salah satu saudaranya yang curiga memilih untuk masuk ke dalam rumah Adi untuk mencari keberadaan korban.

”Tadi itu kok sampai siang (korban) tidak pulang. Akhirnya ada saudaranya lewat dan langsung masuk ke dalam rumah sini (putra korban) yang sedang terbuka, dan mendapati korban sudah bersimbah darah. Kemungkinan tadi malam yang teriak minta tolong itu Pak Tamin, bukan si Adi,” ucapnya.

Atas dugaan inilah, warga beserta petugas kepolisian dikabarkan masih mencari keberadaan pria kelahiran 1995 tersebut. Sebab, sesaat setelah korban ditemukan meninggal dunia, terduga pelaku sudah tidak ditemukan dikediamannya. 

”Sekarang masih kita cari. Soalnya paska kejadian Adi sudah tidak ada di rumah,” pungkasnya.

 

Topik
Korban Pembunuhanpembunuhan di dampitdepresikades bumirejoberita kabupaten malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru