Ketua PP Kabupaten Malang saat berkunjung ke pelatihan Bela Negara yang digelar Bakesbangpol Provinsi Jatim. (Foto: hilmy/malangtimes)
Ketua PP Kabupaten Malang saat berkunjung ke pelatihan Bela Negara yang digelar Bakesbangpol Provinsi Jatim. (Foto: hilmy/malangtimes)

MALANGTIMES - Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Malang menyambut baik program bela negara yang sudah dirumuskan oleh pemerintah pusat untuk ikut serta menjaga ketahanan, keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Terbukti, PP Kabupaten Malang telah mengirimkan 11 kader terbaikknya untuk ikut pelatihan bela negara yang di selenggarakan oleh  Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur.

Menurut Ketua Majelis Pengurus Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Malang, Priyo Bogank Sudibyo, dalam pelatihan tersebut diikuti oleh seluruh perwakilan kader organisasi masyarakat (Ormas), Polri, TNI dan Satpol PP serta lembaga pemerintah lainnya di seluruh daerah di Jawa Timur.

"Total pesertanya ada 316 orang. Untuk kader PP Kabupaten Malang ada 11 orang yang sudah terpilih untuk ikut pelatihan Bela Negara itu. Pelatihan itu kerjasama Bakesbangpol Jatim dengan Kementerian Pertahanan RI," jelasnya kepada MALANGTIMES, Jumat (20/11/2015).  

Dari beberapa daerah jelas pria yang akrab disapa Bogank itu, terlihat sangat memperhatikan keikutsertaan kader dari daerahnya masing-masing. Terbukti, masing-masing Kepala Daerah telah berkunjung ke lokasi pelatihan. Namun, perwakilan dari pemerintah Kabupaten Malang tidak ada yang berkunjung.

"Saya sedikit kecewa, karena tak ada perwakilan pemrintah dari Kabupaten Malang. Perhatiannya sangat kurang. Seharusnya langkah itu disambut baik. Mislanya, ada perwakilan pemerintah daerah yang berkunjug melihat kader yang sudah mewakili Kabupaten Malang ikut pelatihan bela negara itu," katanya.

Hingga Jumat (20/11/2015) aku Bogang, belum adan perwakilan dari Kabupaten Malang yang berkunjung memberikan semanagat kepada 11 kader dari PP Kabupaten Malang itu.

"Hanya Ketua PP Kabupaten Malang yang datang kesana. Belum ada perhatian dari pemerintah daerah. Bahkan anggota PP yang ikut atas biaya sendiri. Padahal ini kepentingan negara," katanya.

Kader yang sudah ikut pelatihan dan sudah mendapatkan sertifikat itu, nanti secara otomatis akan menjadi instruktur dan pelatih di daerah masing-masing dalam program bela negara.

"Harapan saya, ada perhatian dari pemerintah Kabupaten Malang, khususnya Bakesbangpol Kabupaten Malang atau PJ Bupati Malang. Karena yang sudah lulus itu sudah terbukti dan terlatih untuk membela negara secara menyeluruh," jelasnya.

Kekuatan negara tambah Bogank, bukan hanya menjadi tanggungjawab pihak TNI dan Polri serta ormas. Tapi semua pihak, rakyat Indoensia, juga punya tanggungjawab penuh menjaga keamanan dan ketahanan negara.

"Mereka yang sudah dilatih nantinya, punya tanggungjawab menularkan ilmu yang di dapat kepada para generasi muda selanjutnya. Hal itu adalah salah satu bentuk mempertahankan ideologi negara," tambahnya. (*)