Tak Lupakan Sejarah, Rektor UIN Malang Ziarah ke Makam Pendiri Kampus

Mar 21, 2021 20:03
Rektor UIN Maliki Malang Prof Abdul Haris bersama istri saat berziarah ke makam Prof Dr Moch. Koesnoe SH,di TMP Surabaya. (Ist)
Rektor UIN Maliki Malang Prof Abdul Haris bersama istri saat berziarah ke makam Prof Dr Moch. Koesnoe SH,di TMP Surabaya. (Ist)

MALANGTIMES - Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang Prof Abdul Haris tidak melupakan jasa pendahulu di kampus yang kini dia pimpin. Salah satunya Prof Dr Moch. Koesnoe SH. 

Karena itu, pada Minggu (21/3/2021), Haris berziarah ke makam Prof Koesnoe di Taman Makam Pahlawan (TMP) Surabaya.

Perjuangan dan andil Prof Koesnoe dalam bidang pendidikan dapat dikatakan sangat besar. Beberapa lembaga pendidikan, bahkan pendidikan tinggi, berkembang pesat berkat sentuhan tenaga dan pemikirannya.

Sosok kelahiran 15 Oktober 1928 itu juga merupakan salah satu pendiri sekaligus dekan pertama di Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Cabang Malang yang merupakan cikal-bakal UIN Maulana Malik Ibrahim.

Prof  Haris menjelaskan, Prof Koesnoe memang memiliki jasa besar bagi perkembangan peradaban UIN Maliki hingga seperti saat ini. Sumbangsih pemikiran hingga tenaganya tak bisa dinafikan.

"Betul (jasa beliau begitu besar). Beliaulah yang banyak meletakkan dasar-dasar ilmiah di Fakultas Tarbiyah yang kemudian menjadi UIN Malang," ungkapnya.

Rektor kelahiran Lamongan itu mengaku sangat kagum akan sosok Prof Koesnoe. Karena itu, Selain doa untuk Prof Koesnoe, Prof Haris juga mempersembahkan sebuah karya sastra puisi.

"Sebuah persembahan puisi untuk beliau, berjudul 'PROF DR  MOCH. KOESNOE. SH, Dialog Imajiner di Makam Pahlawan Surabaya'," katanya.

Lalu seperti apa puisi karya Prof Haris itu? Ini isinya:

PROF. DR. MOCH. KOESNOE., SH, Dialog Imajiner di Makam Pahlawan Surabaya.

Selamat siang Prof Koesnoe SH. Sebentar ingin sekedar bicara. Tanpa mengurangi sopan dan etika. Sebagai pelanjut butuh nasihat dan petuah. Agar bisa emban amanah berat tak biasa. 

Bapaklah yang dulu pernah dirikan ini lembaga. Sekarang menjadi harapan bangsa sedunia. Meski dulu hanya sebuah Fakultas Tarbiyah. Namun perjuangan bapak membuahkan pahala.

Prof Koesnoe terbangun sambil senyum merekah. Dengan ucapan alhamdulillah bisa bertemu dengan yang muda. Perwakilan sekian generasi yang hampir-hampir lupa.

Dengan sejarah perjuangan pendiri Fakultas Tarbiyah. Bahkan baru saja ditulis menjadi buku sejarah. Juga biografi yang sungguh-sungguh luar biasa.

Sambil angkat kedua tangan seraya berdo'a. Mudah-mudahan masih ada banyak yang bisa menjaga.

Aku bertanya kepada baginda pendiri. Seraya kuucapkan dengan deraian air mata di pipi.

"Prof Koesnoe sudilah sampaikan pesan untuk diri"; "Apa yang harus dilakukan untuk teruskan jaga institusi".

Beliau terdiam seraya menundukkan kepala sambil menghadap ke bumi. Sepertinya sangat berat utarakan apa yang tersimpan di hati. Tiba-tiba tak kuduga beliau ucapkan dengan suara lirih.

"Aku berpesan kepadamu......siapa pun yang pimpin nanti"; "Harus belajar ikhlas dan jujur serta kerja keras tanpa henti"; "Bukan sekedar ujaran dan hanya umbar janji-janji"; "Bahkan jika bisa carilah orang-orang yang sejalan dengan hidup seorang sufi". 

"Bukan orang-orang yang suka cari untung dan suka pentingkan diri sendiri"; "Suka dengarkan keluhan orang-orang bawah terkait gaji"; "Terpenting jangan serahkan pada orang yang suka bisik-bisik dan menyendiri"; Kemudian paduka profesor tinggalkan tempat dan pergi.

Ya Allah.....betapa indah terasa. Sukma sambung dengan orang tua kita semua. Seorang pejuang dan pendiri Fakultas Tarbiyah pertama. Sayang sebentar beliau sudah pergi ke alam barzah.

Aku hanya bisa termangu dan berfoto bersama keluarga. Semoga segera bisa sambung lagi di hari bahagia. Ingin melihat Prof Koesnoe senyum melihat kita.

Surabaya, 21 Maret 2021. 

Al Haris Al Muhasibiy'.

 

 

Topik
Rektor UIN Maliki MalangUIN Maliki MalangRektor UIN Maliki Prof Dr H Abdul Haris MAg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru