Kotak Amal Masjid Al-Mubarokah Dibobol Maling, Pengurus Masjid Tidak Lapor Polisi

Mar 21, 2021 15:52
Salah satu pengurus Masjid Al-Mubarokah, Bumiayu, Kedungkandang Kota Malang saat menunjukkan kotak amal yang berhasil dibobol oleh maling, Minggu (21/3/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Salah satu pengurus Masjid Al-Mubarokah, Bumiayu, Kedungkandang Kota Malang saat menunjukkan kotak amal yang berhasil dibobol oleh maling, Minggu (21/3/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

 MALANGTIMES - Peristiwa pembobolan kotak amal masjid di Kota Malang kembali terjadi. Kali ini menyasar Masjid Al-Mubarokah yang terletak di Jalan Mayjen Sungkono, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. 

Berdasarkan penuturan Wakil Ketua Pengurus Masjid Al-Mubarokah Haji Zainulloh (50), bahwa peristiwa pembobolan kotak amal tersebut terjadi pada hari Jumat (19/3/2021) sekitar pukul 21.00 WIB. 

Hal itu didasarkan oleh informasi dari grup WhatsApp dan rekaman CCTV (Closed Circuit Television). Haji Zainulloh menjelaskan kronologi awal terjadinya pembobolan kotak amal bermula ketika para jamaah usai melangsungkan pengajian rutin. 

"Lalu kegiatan pengajian rutin tersebut selesai sekitar pukul 20.30 WIB. Kemudian para jamaah pulang ke rumah masing-masing, termasuk saya. Kemudian sekitar pukul 21.30 WIB, saya mendapat kabar dari grup WhatsApp jamaah masjid bahwa salah satu kotak amal masjid telah dibobol maling," jelasnya kepada MalangTIMES.com, Minggu (21/3/2021). 

Setelah mendapatkan informasi dari grup WhatsApp tersebut, Haji Zainulloh langsung bergegas menuju Masjid Al-Mubarokah untuk mengecek kotak amal yang informasinya telah dibobol oleh maling. 

Sesampainya di Masjid Al-Mubarokah, Haji Zainulloh langsung mengecek kondisi kotak amal. Tampak dua engsel kunci yang terpasang pada kotak amal tersebut telah dicongkel oleh maling. 

Namun, di dalam kotak amal tersebut masih terdapat uang sebesar Rp 4 juta yang tersisa. Pihaknya tidak mengetahui pelaku pembobol kotak amal tersebut sudah sempat mengambil uang yang ada di dalam kotak amal atau belum. 

"Yang saya lihat, uang sebesar Rp 4 juta masih berada di dalam kotak amal. Saya juga tidak tahu jumlah pasti uang yang ada di dalam kotak amal tersebut. Karena, terakhir dibuka oleh pihak masjid sekitar dua bulan yang lalu," terangnya. 

Haji Zainulloh mengatakan, meskipun Masjid Al-Mubarokah usai disatroni maling dengan membobol kotak amal, pihak pengurus masjid telah bersepakat untuk ikhlas dan tidak melaporkan ke polisi. 

"Biarkan saja, kami sudah ikhlas. Kemungkinan korban juga melakukan aksinya itu untuk kebutuhan sehari-hari," ungkapnya. 

Sementara itu, berdasarkan tayangan CCTV di sekitar Masjid Al-Mubarokah pelaku berjumlah satu orang dengan menggunakan baju taqwa, berkopyah serta memakai sarung. Haji Zainulloh menuturkan, bahwa perawakan pelaku juga sedikit gemuk dan berusia sekitar 45 tahun. 

"Saat beraksi, pelaku menyeret kotak amal tersebut. Dari yang sebelumnya berada di bagian depan, diseret masuk ke dalam masjid. Di saat itulah pelaku beraksi mencongkel kotak amal tersebut. Setelah melakukan aksinya, pelaku meninggalkan masjid dengan berjalan kaki," ujarnya. 

Pihaknya juga menduga bahwa pelaku sebelum melakukan pembobolan kotak amal telah memetakan situasi dan kondisi di sekitar Masjid Al-Mubarokah. Dugaan itu menguat karena dari tiga kotak amal yang berada di Masjid Al-Mubarokah, pelaku hanya membobol satu kotak amal yang berada di utara masjid.  

"Pada saat kejadian, kondisi masjid juga dalam keadaan kosong dan sepi. Jadi pelaku beraksi memanfaatkan situasi tersebut," pungkasnya.

Topik
Kotak Amal Masjidpembobolan kotak amal masjidmasjid al mubarokahBerita Kriminal Kota Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru