Belum Juga Temui Titik Terang, Pemkot Malang Bakal Tindak Tegas Pihak Ketiga Pasar Besar

Mar 21, 2021 11:45
Pasar Blimbing Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Pasar Blimbing Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Kelanjutan persoalan rencana pembangunan ulang Pasar BesarKota Malang dengan pihak ketiga dalam hal ini PT Matahari Departement Store belum juga menuai titik terang.

Pekan berganti pekan, rencana pertemuan antara Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dengan manajemen PT Matahari Departement Store tak kunjung terealisasi.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Hadi Santoso mengatakan, jika komunikasi sementara terjalin via telepon dengan pihak Matahari belum membicarakan lebih lanjut terkait Pasar Besar Kota Malang. Sebab, pihak yang bersangkutan tengah dalam kondisi sakit.

"Saya sudah komunikasi via HP dengan pihak Matahari, ternyata sakit beliau selama ini," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, sesuai perjanjian kerja sama (PKS) dengan Pemkot Malang, pihak Matahari masih memiliki hak kelola hingga 2034 mendatang. Sehingga diperlukan adanya adendum atau revisi perjanjian sebelum Pasar Besar Kota Malang dibangun pasca mengalami kebakaran besar pada 2016 silam.

Karenanya, agar proses tersebut tetap berjalan, pria yang akrab disapa Soni ini meminta pihak Matahari untuk berkirim surat resmi kepada Pemkot Malang. Mengingat, sebelumnya Wali Kota Malang Sutiaji telah berkirim surat ke Matahari terkait tindaklanjut rencana pembangunan dan perbaikan Pasar Besar.

Ia juga menjabarkan, jika Surat wali kota itu berupa permintaan ketegasan dari Matahari terhadap PKS yang ada. Mengingat, Matahari memiliki kewajiban dalam hal perbaikan Pasar Besar.

"Kan ada kewajibannya dari Matahari, ini kan harus ada tindak lanjut. Sudah 5 tahun belum ada perbaikan sejak kebakaran itu," katanya.

Adapun, kemungkinan akan dilakukan pemutusan PKS dengan pihak Matahari, dijelaskan Soni jika hal itu bagian dari alternatif yang akan dibahas dalam adendum nantinya. Namun, tak menutup kemungkinan langkah tegas ini diambil apabila tindaklanjut dari pihak matahari tak kunjung dilakukan.

"Itu bagian dari alternatif. Di dalam perjanjian kan ada kewajiban Matahari, kalau nggak lanjut ya diputus, jika diputus (PKS) pun harus ada adendum. Kan nggak bisa mutus gitu aja, mereka juga untuk usaha," paparnya.

Lebih jauh, pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang itu menegaskan, upaya Pemkot Malang untuk membangun ulang Pasar Besar bukan hanya gurauan.

Apalagi, Pemkot Malang siap menggelontorkan dana yang terbilang cukup tinggi senilai Rp 125 Miliar guna mewujudkan rencana pasar rakyat modern berkonsep bangunan ala Eropa itu.

"Niat Pemkot membangun ini kan nggak main-main. Apalagi menggelontirkan dana lebih dari Rp 100 Miliar, memang maunya Pemkot Malang menata. Yang penting pedagang dan pembeli nyaman," tandasnya.

Topik
Pasar BesarKota MalangHadi SantosoPembangunan Pasar Besar

Berita Lainnya

Berita

Terbaru