Viral Grafiti Jembatan Kedungkandang Pakai Foto Kajari Kota Malang, Jika Ada Unsur Pidana akan Dilaporkan Polisi

Mar 20, 2021 09:06
Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang Andi Darmawangsa saat menggambar grafiti secara simbolis di tembok Jembatan Kedungkandang yang sudah dalam editan menjadi meme oleh netizen. (Foto: twitter @nksthi) 
Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang Andi Darmawangsa saat menggambar grafiti secara simbolis di tembok Jembatan Kedungkandang yang sudah dalam editan menjadi meme oleh netizen. (Foto: twitter @nksthi) 

MALANGTIMES - Banyaknya meme yang menunjukkan foto Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang Andi Darmawangsa sedang menggambar grafiti di tembok Jembatan Kedungkandang, Kota Malang viral selama beberapa hari terakhir. Terkait viralnya foto-foto tersebut, pihak Kejaksaan Negeri memilih akan melaporkan ke pihak yang berwajib jika terdapat unsur pidana.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang Andi Darmawangsa mengatakan, bahwa sebenarnya dirinya tidak begitu memahami arti dari kata-kata Bahasa Jawa dalam meme yang menggunakan foto dirinya dan telah tersebar di banyak platform media sosial. 

"Pertama begini, saya itu nggak paham Bahasa Jawa ya, saya nggak tahu betul itu. Yang jelas kalau saya lihat, dia kan bahasa-bahasa gaul ya. Kalau ada unsur tindak pidana ya kita laporkan itu," ujarnya kepada MalangTIMES.com, Sabtu (20/3/2021). 

Lanjut Andi, bahwa sepanjang yang diketahuinya, tulisan-tulisan meme dengan menggunakan foto dirinya masih dalam konteks bahasa-bahasa gaul. 

"Cuma masalahnya, waktu saya tanya anak-anak, ini apa artinya, kalimat-kalimat gaul sebenarnya. Tapi kita lihat lagi perkembangannya seperti apa," terangnya. 

Pihaknya juga akan berkonsultasi dengan Wali Kota Malang Sutiaji. Hal itu dilakukan untuk mengetahui maksud kata-kata yang di edit oleh para netizen dengan menggunakan foto dirinya saat menggambar di tembok Jembatan Kedungkandang secara simbolis sebagai penanda dimulainya penggambaran grafiti di tembok-tembok Jembatan Kedungkandang. 

"Saya mau konsultasi juga sebenarnya sama pak wali, bagaimana sih bahasanya ini. Kalau ada unsur tindak pidana ya kita laporkan itu. Tapi kan selama ini yang saya dengar penjelasan dari anak-anak ini bahasa-bahasa gaul, tidak ada sih yang berat-berat," ujarnya. 

Terlebih lagi disampaikan Andi bahwa gambar-gambar meme tulisan menggelitik tersebut juga diunggah melalui instagram Sutiaji. "Saya mau bahas seperti dari IG nya pak wali itu kan yang diposting semua kalimat-kalimat candaan ya," terangnya. 

Namun, meskipun hanya kalinat candaan atau bahasa gaul Andi juga terus memantau pergerakan dan perkembangan gambar meme yang menggunakan foto dirinya di media sosial. Jika nantinya terdapat unsur pidana pihaknya juga sudah bersiap untuk mengambil sikap. 

Salah satunya jika terdapat foto dirinya digunakan meme dan diedit yang dikolaborasikan dengan gambar atau tulisan yang mengandung unsur pornografi pihaknya akan mengevaluasi. 

"Saya belum tahu, tolong saya dikasih infonya (jika ada gambar atau tulisan yang mengandung unsur pornografi, red). Siapa yang buat itu, saya mau evaluasi itu. Kalau gambar seperti porno saya belum tahu. Saya akan mengambil sikap," ujarnya. 

Lebih lanjut Andi menegaskan bahwa meskipun hanya untuk bahan candaan dan gurauan, jika sudah mengarah pada hal-hal negatif dan mengandung pelanggaran Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) pihaknya akan melaporkan ke polisi untuk diproses lebih lanjut. 

"Tapi kalau ada yang mengandung pelanggaran-pelanggaran UU ITE ya kita laporkan saja. Kalau gurauannya kelewatan ya jangan. Kalau gurauan yang biasa nggak papa, tapi kalau mengarah ke hal negatif ya saya akan laporkan. Supaya juga jadi pembelajaran bagi mereka," pungkasnya.

Topik
Jembatan KedungkandanggafitiKejaksaan Negeri (Kejari) MalangAndi DarmawangsaWali Kota Malang Sutiajiviral grafiti malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru