Kebakaran SPBU Mayjen Sungkono, Kerugian Ditaksir Setengah Miliar

Mar 19, 2021 09:28
Tampak kobaran api yang membesar dan menghanguskan satu unit mikrolet serta bagian bangunan SPBU Jalan Mayjen Sungkono, Kota Malang, Kamis (18/3/2021) malam. (Foto: Istimewa) 
Tampak kobaran api yang membesar dan menghanguskan satu unit mikrolet serta bagian bangunan SPBU Jalan Mayjen Sungkono, Kota Malang, Kamis (18/3/2021) malam. (Foto: Istimewa) 

MALANGTIMES - Kerugian akibat terbakarnya SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) di Jalan Mayjen Sungkono, Kedungkandang, Kota Malang, ditaksir mencapai Rp 500 juta. Nilai kerugian itu mencakup kendaraan  berikut bangunan SPBU yang dilalap api.

 "Kemarin (tadi malam) dari perkiraan di lapangan,  kurang lebih kerugiannya Rp 500 juta. Sementara ini. Mulai dari kendaraan sampai SPBU-nya," kata Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang Muhammad Teguh Budi Wibowo kepada MalangTIMES.com, Jumat (19 Maret 2021).

 UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang sampai mengerahkan enam mobil pemadam ke SPBU Mayjen Sungkono pada Kamis malam.  Kobaran api besar itu  menghanguskan satu unit mikrolet dan sebagian bangunan SPBU.

Teguh mengatakan awalnya UPT Pemadam Kebakaran mengerahkan tiga unit mobil pemadam. Namun, karena persediaan air kurang dalam pemadaman, dikerahkan lagi tiga mobil PMK.

"Juga ada satu unit mobil rescue. Jadi totalnya tujuh mobil. Sekarang sudah padam total dan tim inafis sudah bekerja," ujarnya. 

Kebakaran  SPBU Jalan Mayjen Sungkono tersebut terjadi Kamis (18/3/2021) dengan laporan awal yang masuk pada pukul 21.10 WIB. Lalu pada pukul 21.30 WIB kobaran api pokok berhasil dipadamkan dan dilakukan pendinginan hingga pukul 22.45 WIB. 

"Alhamdulillaah kami tidak mengalami kesulitan yang berarti. Karena kesiapsiagaan kita terus terjaga. Strategi pun harus kami mainkan. Karena kami hanya mengandalkan air murni. Kami juga tidak mau anggota sampai terkena imbas dari kebakaran tersebut," ungkap Teguh. 

Dia menjelaskan kronologi terjadinya kebakaran yang melibatkan satu unit mikrolet, satu unit mobil pikap, dan bangunan SPBU. "Kronologinya,  ada sebuah mikrolet mengisi bbm di SPBU. Ternyata saat pengisian, kemungkinan ada percikan api dari mikrolet. Maka timbullah api dan membakar seluruh mikrolet tersebut. Api membesar kemudian mengenai pompa SPBU yang nomor dua," bebernya. 

Api, yang makin membesar membakar seluruh bodi mikrolet dan bangunan SPBU,  menyambar bagian pikap yang berada di depan mikrolet. "Kemudian mengenai lagi mobil pikap pengangkut ikan segar yang berada di depan mikrolet tadi. Hanya bagian belakang," imbuhnya. 

Disinggung apakah mikrolet tersebut melakukan pengisian bahan bakar untuk mikrolet atau mengisi di jirigen-jirigen, Teguh mengatakan yang diketahuinya yakni mikrolet sedang mengisi bahan bakar untuk mikrolet. 

"Yang saya tahu dan saya lihat kemarin, mereka ngisi mikroletnya. Tapi di situ ada bekas jirigen. Nggak tahu isinya bekas bbm atau bukan. Atau mau ngisi bbm di situ, kami belum tahu. Pihak identifikasi polresta sudah mulai berjalan dan menyelidiki sejak tadi malam," ujarnya.

"Hasil konkretnya biar dari identifikasi polresta yang menyampaikan. Kalau saya sih dugaan awal dari percikan pra-pengapian dari mikrolet," tambahnya.  "Saat kami datang, sopir mikrolet sudah tidak ada," ujarnya. 

 

Topik
peristiwa kebakaran SPBUpemadam kebakaran kota malangSPBU Jalan Mayjen Sungkono Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru