Rencana Bangun Alun-Alun Kepanjen, SanDi Janji Rampung sebelum Periodenya Berakhir

Mar 18, 2021 21:52
Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto. (Foto: Istimewa)
Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Wakil Bupati (Wabup) Malang Didik Gatot Subroto berjanji beberapa megaproyek yang sempat terkesan “mangkrak” bakal dirampungkan saat periode kepemimpinan pasangan SanDi (Sanusi-Didik Gatot Subroto).

”Target kami, bupati dan saya, bisa merampungkan alun-alun itu setidaknya pada era pemerintahan kami saat ini,” tegasnya.

Guna merealisasikan target tersebut, pemkab mengaku jika saat ini sedang melakukan peninjauan soal kemampuan anggaran yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab Malang). ”Nanti kita akan mengukur kemampuan anggaran,” imbuhnya.

Seperti yang sudah dimuat dalam pemberitaan MalangTIMES.com sebelumnya, agenda pembangunan Alun-Alun Kepanjen sudah dicanangkan sejak tahun 2017 silam. Salah satu paket pembangunan alun-alun itu juga membahas soal pembangunan jalan tembus. Yakni dari Kedungpedaringan hingga Penarukan.

Sedangkan untuk merealisasikannya, Pemkab Malang diharuskan melakukan adanya pembebasan lahan milik warga. Namun seiring berjalannya waktu, pembebasan lahan sekitar 57 bidang dengan luas 3,8 hektare tersebut sempat tidak mengalami kejelasan.

Hal inilah yang mendasari OPD (organisasi perangkat faerah) terkait, khususnya di bidang pekerjaan umum (PU) yang meliputi Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) dan Dinas Bina Marga Kabupaten Malang, saat itu tidak bisa berbuat banyak.

Oleh karena alasan itulah, Didik beranggapan  pembahasan anggaran perlu dilakukan agar pembebasan lahan yang terkesan sempat terkatung-katung ini bisa segera direalisasikan. ”Namun, kami berharap kalau dimungkinkan anggaran cukup, maka kami akan mem-pola bagaimana sistematika pembebasan lahannya,” ucap politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Selain menelisik anggaran, lanjut Didik, Pemkab Malang juga akan mengkaji soal kesiapan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). ”Jika RPJMD kita sampai tahun 2016 hingga 2021 ini sudah berakhir, baru kita bicara lebih lanjut tentang itu (alun-alun Kepanjen, red),” ujarnya.

Dia beralasan, RPJMD ini penting dilakukan karena ada beberapa megaproyek lain yang juga masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab Malang. ”Artinya sekarang ini ada beberapa program prioritas. Satu di antaranya soal jembatan di Bantur dan kemudian alun-alun,” pungkasnya.

 

Topik
Rencana pembangunan Alun alun KepanjenPemkab MalangMegaproyek Kabupaten Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru