Pembunuh Bos Toko ATK Hanya Divonis Satu Tahun, Ini Penjelasan PN Kabupaten Malang

Mar 18, 2021 20:13
Humas Pengadilan Negeri Kabupaten Malang Muhamad Aulia Reza Utama (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)
Humas Pengadilan Negeri Kabupaten Malang Muhamad Aulia Reza Utama (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Malang memiliki berbagai pertimbangan atas vonis satu tahun kepada AP (17), pembunuh bos toko ATK (alat tulis kantor). Beberapa pertimbangan itu  di antaranya terdakwa masih berstatus anak dan keluarga korban telah memaafkan AP.

“Salah satu pertimbangan di dalam putusan hakim karena pihak korban sudah memaafkan perbuatan si anak (terdakwa),” kata Humas PN Kabupaten Malang Muhamad Aulia Reza Utama, Kamis (18/3/2021).

Pertimbangan itulah yang membuat hakim memutuskan menggunakan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dan kekerasan. Pasal tersebut menjadi dakwaan kedua primer. Sedangkan dakwaan kesatu primer adalah Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana sunsider Pasal 339 KUHP subsider 338 KUHP. 

Dari situ, tim jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabur Malang menuntut terdakwa 8 tahun penjara. Namun, hakim hanya menjatuhkan vonis satu tahun penjara.

Menurut Reza, putusan hakim yang memvonis satu tahun kepada terdakwa anak itu sudah berdasarkan pertimbangan fakta-fakta  dalam persidangan. “Dalam hal ini jaksa melaksanakan tugasnya sebagai jaksa dan hakim melaksanakan putusannya. Kalau menurut hakim (diputuskan, red) dengan Pasal 365 KUHP,” jelasnya.

Pertimbangan lain seperti keluarga korban sudah memaafkan dan  juga karena terdakwa masih dikategorikan di bawah umur. Sehingga dalam hal ini hakim mempertimbangkan hak-hak anak. “Intinya yaitu mengedepankan hak-hak si anak (terdakwa). Dan penjara adalah langkah terakhir,” ucapnya.

Tetapi, vonis satu tahun yang dijatuhkan kepada AP masih belum inkrah. Hal itu karena jaksa penuntut umum masih mengajukan banding terhadap putusan tersebut.

“Putusan hakim di PN bukan akhir dari segalanya. Diatur dalam undang-undang bahwa masih ada upaya hukum banding. Perkara ini (masih, red) akan diperiksa kembali di tingkat yang lebih tinggi,” jelas Reza.

Secara terpisah, jaksa penuntut umum  Kejari Kabupaten Malang Misael Tambunan mengaku akan mengajukan banding untuk memenuhi asas keadilan. Upaya banding itu dilakukan semata untuk mencegah adanya potensi konflik sosial akibat putusan tersebut.

“Hingga saat ini kami masih berharap hakim pada pengadilan banding akan memutus (vonis) sesuai dengan tuntutan penuntut umum,” kata Misael.

Sebelumnya, pembunuhan itu terjadi pada 26 Januari 2021 dini hari sekitar pukul 02.00 WIB di toko alat tulis kantor (ATK) Jalan A Yani, Turen, Kabupaten Malang. Korban adalah pemilik toko ATK di Jalan A Yani, Turen, Kabupaten Malang.

Saat itu tokonya dimasuki oleh mantan karyawan lepasnya, AP.  Terdakwa AP melakukan hal keji itu bersama temannya, RB (23). Selain melakukan penganiayaan, terdakwa juga mencuri uang dan barang di toko tersebut.

Korban sendiri sebenarnya tidak seketika meninggal dunia. Dia sempat dibawa ke rumah sakit. Namun setelah beberapa hari dirawat, akhirnya mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

 

Topik
Kasus pembunuhan di Kabupaten MalangPengadilan Negeri Kabupaten malangKejari Kabupaten Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru