3 Organisasi Wartawan Banyuwangi Turun Jalan, Tuntut Tindak Kekerasan Pengawal Menteri KKP RI

Mar 18, 2021 16:27
Aksi solidaritas wartawan Banyuwangi atas tindak kekerasan terhadap jurnalis di Situbondo (Nurhadi/JatimTimes)
Aksi solidaritas wartawan Banyuwangi atas tindak kekerasan terhadap jurnalis di Situbondo (Nurhadi/JatimTimes)

BANYUWANGITIMES - Protokol kesehatan (Prokes) jangan menjadi alasan pembenaran untuk melakukan kekerasan kepada jurnalis.

Kalimat tersebut merupakan bunyi salah satu spanduk dalam aksi solidaritas atas tindak kekerasan terhadap wartawan di depan kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur (Jatim) di Jalan Barong, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Kamis (18/3/2021).

Puluhan jurnalis/wartawan Banyuwangi dari 3 organisasi, yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) sebelum aksi berkumpul di Persroom DPRD Banyuwangi. Kemudian menuju ke lokasi dengan mengendarai sepeda motor dan mobil. 

Menurut Enot Sugiarto Koordinator Aksi Solidaritas, kegiatan yang digelar merupakan bentuk dukungan dan solidaritas terhadap kawan jurnalis televisi lokal yang telah mendapatkan perlakuan kasar dari pengawal pribadi Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Wahyu Sakti Trenggono saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Situbondo pada hari Selasa lalu. 

Dalam aksinya, jurnalis media cetak, online, radio dan televisi melakukan aksi teatrikal yang menggambarkan saat-saat terjadi arogansi dan tindak kekerasan terhadap wartawan. Selain itu peserta juga membentangkan sejumlah spanduk yang antara lain bertuliskan, “Stop kekerasan terhadap jurnalis”, “Jurnalis dilindungi Undang-Undang dan Pahami kerja jurnalis.” 

Enot menuturkan, tuntutan dari aksi yang dilakukan antara lain mendesak Menteri KKP RI  untuk melakukan permohonan maaf secara resmi dan terbuka di media massa.

”Memecat oknum pengawal pribadi (walpri) yang telah melakukan perlakuan tindak kekerasan dan arogansi kepada jurnalis di Situbondo dan mengusut tuntas kasus arogansi sesuai UU Pers,” tegasnya.

Selain itu pihaknya juga mendesak Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jatim untuk menyampaikan aspirasi wartawan Banyuwangi kepada menteri KKP RI.

”Serta mendesak Presiden Republik Indonesia untuk mengintruksikan kepada jajaran kementerian hingga bawahannya untuk memahami kerja-kerja jurnalistik,” imbuh jurnalis asal Tegaldlimo tersebut.

Sebelum meninggalkan lokasi aksi solidaritas, peserta menempelkan spanduk dan benner yang dibawa pada tembok pagar kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim di Banyuwangi.

 

Topik
kekerasan pada wartawanorganisasi wartawan banyuwangipengawal menteri kkp ridemo wartawanberita kabupaten banyuwangi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru