Kota Malang Kembali Izinkan Wisuda Mahasiswa Tatap Muka

Mar 18, 2021 15:38
Ilustrasi Wisuda. (Foto: PEXELS).
Ilustrasi Wisuda. (Foto: PEXELS).

MALANGTIMES- Ini bisa menjadi kabar bahagia bari mahasiswa akhir perguruan tinggi di Kota Malang. Sebab, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kembali memberikan kelonggaran untuk digelarnya prosesi wisuda di setiap kampus dengan tatap muka di tengah pandemi Covid-19.

Meski telah ada kelonggaran, prosesi wisuda tatap muka di setiap perguruan tinggi tetap diwajibkan menerapkan pembatasan dan protokol kesehatan secara ketat.

Seperti, berkaitan dengan penyedian fasilitas protokol kesehatan lengkap. Mulai dari thermo gun, alat cuci tangan pakai sabun, hand sanitizer, hingga pembatasan jarak antar perorangan juga diharuskan diatur.

"Wisuda kami izinkan, cuma kami batasi dan tetap pakai protokol Covid-19. 200 peserta setiap prosesi wisuda, tapi hampir setiap minggu," ujar Wali Kota Malang Sutiaji, saat ditemui di Balai Kota Malang, Kamis (18/3/2021).

Dijelaskan Sutiaji, pemberlakuan izin gelaran wisuda tatap muka itu telah diberikan mulai minggu ini. Namun, jika perguruan tinggi ada yang akan mulai menggelar prosesi harus lebih dulu mengajukan ke Pemkot Malang.

Hal tersebut guna memastikan kondisi tempat, dan fasilitas yang disiapkan oleh masing-masing perguruan tinggi telah memenuhi standart protokol kesehatan pencegahan Covid-19. "Besok sudah diperbolehkan, tapi perguruan tinggi belum ada yang mengajukan. Jadi, mereka harus mengajukan izin dulu ke kita," jelasnya.

Lebih jauh, Sutiaji menilai, dengan kembali digelarnya proses wisuda tatap muka, pemulihan ekonomi di Kota Malang akan lebih cepat meningkat. Dicontohkannya, setiap mahasiswa setidaknya akan mengajak kedua orangtuanya untuk ikut datang ke Kota Malang.

Hal inilah nanti yang menjadi ajang untuk terus memaksimalkan perekonomian, sebab bukan tidak mungkin mahasiswa luar daerah akan memanfaatkan perhotelan. Belum lagi, sektor kuliner dan produksi oleh-oleh khas Kota Malang yang banyak diburu oleh masyarakat luar daerah.

"Karena mesti nanti kalau ke sini nyari oleh-oleh, nyari makanan khas Malang, orem-orem dan lainnya. Maka perekonomian juga akan jalan," tandasnya.

Topik
Kota MalangBerita MalangSutiaji

Berita Lainnya

Berita

Terbaru