Lomba Malang Got Culture Talent, 4 Kategori Diseleksi Juri melalui Virtual

Mar 18, 2021 15:01
Para peserta yang mengikuti lomba MGCT dalam empat kategori tersebut, kini masuk tahap seleksi. Penyeleksian melalui virtual itu dilakukan di Museum Mpu Purwa, Jalan Soekarno Hatta, Griy Santa, Kota Malang, Kamis (18/3/2021) (foto:Mariano Gale Jatim
Para peserta yang mengikuti lomba MGCT dalam empat kategori tersebut, kini masuk tahap seleksi. Penyeleksian melalui virtual itu dilakukan di Museum Mpu Purwa, Jalan Soekarno Hatta, Griy Santa, Kota Malang, Kamis (18/3/2021) (foto:Mariano Gale Jatim

MALANGTIMES- Lomba Malang Got Culture Talent (MGCT) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, kini mulai memasuki tahap seleksi.

Para peserta yang mengikuti dalam empat kategori tersebut, kini masuk tahap seleksi. Penyeleksian melalui virtual itu dilakukan di Museum Mpu Purwa, Jalan Soekarno Hatta, Griy Santa, Kota Malang, Kamis (18/3/2021).

Empat kategori itu yakni kategori cipta kreasi tari tradisional, kategori menari tari tradisional, kategori kidungan jula juli, dan kategori cover lagu menggunakan alat musik tradisional.

Dalam penyeleksaian itu, terlihat 2 juri (Hartono dan Cak Wito) kategori kidungan jula juli sedang menilai para peserta melalui rekeman video yang diputar. Dari 12 peserta yang mengikuti kategori itu, akan dipilih 7 peserta dan akan melalui tahap seleksi lagi.

"Apapun itu, ini merupakan sebuah prestasi Pemkot khususnya Dinas Kebudayaan berani menjemput bola atau berani menarik seniman-seniman di Malang ini agar ikut tampil. Ada 12 peserta yang mengikuti kategori ini. Hal ini sangat luar biasa, kita harus sabar turun ke bawah untuk menjemput para pelaku tradisi. Dari 12 peserta, kita akan mengambil 7 untuk dilakukan tahap seleksi lagi. Pesertanya ada dari pelajar, mahasiswa dan seniman," ujar Hartono.

"Dalam penilaiannya, kita melihat teknik cengkok, jula juli, dan dialeg logatnya. Yang pasti perserta itu harus terlihat harmoni. Harmoni ini harus selaras dan seimbang dengan suara musik," imbuh Cak Wito.

Selain kategori kidungan jula juli, beberapa kategori lainnya juga dalam proses penilaian melalui virtual. Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, melalui Kabid Kebudayaan Dr Dian Kuntari S STP M Si menjelaskan, hal ini bertujuan agar budaya maupun kesenian tradisional, khususnya di Kota Malang tidak tenggelam. Sebab, semakin hari budaya maupun kesenian tradisional kian tergerus dengan kemajuan dan perkembangan zaman.

"Karena itu, Pemkot Malang melalui Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Malang ingin menghidupkan dan menggelorakan budaya maupun kesenian tradisional dengan menyasar mulai dari anak-anak hingga dewasa," ujarnya.

"Dengan adanya lomba ini, kami berharap bisa memunculkan bibit-bibit unggul baru, di bidang kesenian, khususnya Kota Malang," harapnya.

Pemberitaan sebelumnya, empat kategori yang dilombakan antara lain, cipta kreasi tari tradisional, menari tari tradisional, kidungan Jula-Juli dan cover lagu menggunakan alat musik tradisional.

Untuk kategori menari tari tradisional, sasarannya adalah mereka anak-anak usai SD sampai SMP.  Mereka bisa mengirimkan satu grup terdiri dari tiga sampai lima siswa. Satu grup diperbolehkan bercampur antara perempuan dan berusia group dan laki-laki.

Setiap peserta wajib menarikan satu buah tari kreasi tradisional maksimal 10 menit dengan persiapan. Karya tari yang ditampilkan adalah karya tari lama atau baru bersumber dari medium tari etnik daerah setempat dikomposisikan berdasarkan tari kelompok.

Tema karya tari yang ditampilkan berkisar dari tema lokal yang berkembang dari budaya setempat. Instrument dan kostum serta properti yang terkait dengan tampilan disediakan sendiri oleh peserta. Pakaian dianjurkan untuk menujukkan unsur keindahan dan kebudayaan tanpa menghilangkan asas kesopanan.

Tidak diperkenankan untuk melakukan gerakan yang bisa ditafsirkan sebagai pornografi atau pornoaksi, maupun mengandung unsur SARA.

"Hal ini diharapkan, bisa memunculkan bibit-bibit unggul baru, dibidang kesenian menari. Untuk kriteria penilaian, fokus pada koreografi, peraga, penyajian, kreativitas, kekompakan, kelincahan, kenyamanan keluwesan, ekspresi dan performance," jelasnya.

Untuk kategori kedua, dijelaskannya adalah Cipta Kreasi Tari Tradisional. Pada kategori ini dikhususkan untuk para pemilik sanggar. Dijelaskan Dian, jika sejak awal pandemi tentunya segala macam kegiatan pada sanggar berhenti total.

"Karena itu, saat ini kita ingin mengugah mereka untuk kembali berkreasi, dan itu masuk kategori Cipta Kreasi Tari Tradisional. Kreasinya nanti yang akan dinilai, menciptakan gerakan-gerakan baru," ungkapnya.

Kemudian kategori selanjutnya adalah Kategori Kidungan Jula-Juli. Dalam kategori kidungan Jula-Juli ini diharapkan bertema tentang protokol kesehatan yang berkaitan dengan pola hidup saat ini. Dan lewat kesenian ini, menjadi sarana sosialisasi tentang protokol kesehatan.

Untuk kategori keempat, adalah cover lagu menggunakan alat musik tradisional. Disini tentunya menyimpan sebuah tujuan, jika alat musik tradisional bisa dimanfaatkan atau dipakai dalam memainkan lagu yang kekinian dan moderen.

Sementara itu, dalam penilaian masing-masing kategori perlombaan, nantinya juga dilibatkan tim juri yang memang berkompeten pada bidangnya. Para juri didapuk dari praktisi dan akademisi bidang kesenian. Sedangkan tokoh seniman Kota Malang yang akan menjadi juri antara lain Anang Brotoseno, Bobby Nugroho, Endah Catur Lestariningdyah dan Sandy Dea.

Untuj pendaftaran, saat ini memang telah ditutup. Pendaftaran dibuka pada tanggal 17 Februari sampai 15 Maret 2021. Kemudian, dilanjutkan dengan penyerahan karya 1 sampai 7 Maret, seleksi tahap I pada tanggal 2 sampai 18 Maret, pengumuman seleksi tahap I ada 18 Maret 2021.

Proses penciptaan atau take shot 20 sampai 26 Maret, seleksi tahap II dan penyangan 27 sampai 29 Maret, pengumuman pemenang pada 31 Maret.

"Untuk juara 1 pada masing-masing kategori akan mendapatkan hadiah Rp 2 juta, juara 2 Rp 1,5 juta dan juara 3 Rp 1 juta. Ada juga juara terfavorit pilihan warganet, hadiahnya Rp 1 juta," pungkasnya.

Topik
malang got culture talentSUWARJANADisdikbud Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru