Dorong Sektor Pertanian Kopi, Pemkab Malang Bakal Libatkan Peran Perbankan

Mar 17, 2021 15:43
ilustrasi kopi (Foto: Istimewa)
ilustrasi kopi (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang berencana melibatkan peran perbankan untuk menunjang sektor pertanian. Salah satunya potensi kopi yang ada di Kabupaten Malang.

Kopi Dampit ini potensinya menurut saya luar biasa, tinggal bagaimana caranya memberikan edukasi mengenai proses tanam sampai dengan panennya,” ungkap Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto kepada media online ini.

Meski memiliki potensi yang menjanjikan, namun Didik tidak menutup kemungkinan jika masih ada ruang yang dibutuhkan adanya peran dari pemerintah. Ruang kosong yang dimaksud tersebut terjadi sebelum proses panen kopi.

”Bagaimana adanya ruang antara tanaman kopi mulai dari proses berbunga, kemudian menjadi butir ijo, sampai menuju panen inilah yang masih ada ruang yang menjadi tugasnya pemerintah untuk hadir,” imbuhnya.

Menurutnya ruang kosong saat kopi belum dipanen ini, membuat para petani kopi tidak mendapatkan penghasilan harian. Oleh karena itu, Pemkab Malang membuka wacana untuk menggandeng pihak perbankan untuk memenuhi kebutuhan harian maupun permodalan bagi para petani tersebut.

”Satu di antaranya terkait dengan kebutuhan harian yang berhubungan dengan perut, maka ini harus ada fasilitasi yang harus dipersiapkan. Salah satunya dari pihak perbankan,” ulasnya.

Jika gagasan ini terealisasi, politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini optimis para petani akan fokus untuk lebih mengembangkan potensi pertanian. Termasuk di sektor kopi dampit.

”Saya yakin harga kopi bisa tembus angka Rp 57 ribu seperti yang dilakukan oleh PTP di Bangelan. Kemarin kita punya binaan yang bisa kita bantu dalam proses penjualan yang sementara ini mencapai Rp 47.500,” ulasnya.

Pria yang juga pernah mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang ini berharap, potensi lain di sektor pertanian juga bisa sukses seperti potensi Kopi Dampit.

Sebab sampai saat ini masih ada beberapa sektor pertanian yang belum mendapatkan sertifikasi seperti yang telah diperoleh Kopi Dampit. Menurutnya, sertifikasi ini menjadi sangat penting dalam rangka memaksimalkan proses penjualan.

”Kopi Dampit sudah tersertifikasi, untuk sektor pertanian lainnya nantinya proses sertifikasinya akan disiapkan secara teknis oleh dinas terkait yang tentunya lebih paham,” pungkasnya.

Topik
Kopi DampitPemkab MalangPertanian Kabupaten Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru