Tur 11 Kota, Bagus Dwi Danto dan Coconightman Sapa Penggemar di Malang

Mar 17, 2021 11:13
Solois Bagus Dwi Danto atau yang sebelumnya dikenal sebagai Sisir Tanah saat tampil di salah satu cafe yang ada di Kota Malang, Selasa (16/3/2021) malam. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Solois Bagus Dwi Danto atau yang sebelumnya dikenal sebagai Sisir Tanah saat tampil di salah satu cafe yang ada di Kota Malang, Selasa (16/3/2021) malam. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Bergerak ditengah lingkaran pandemi Covid-19, solois Bagus Dwi Danto asal Yogyakarta yang sebelumnya memiliki nama panggung Sisir Tanah dan Coconightman band yang berasal dari Bali terus melanjutkan aksi turnya di 11 kota yang ada di Indonesia. 

Manajer kedua band ini yakni Santoso mengungkapkan, bahwa rangkaian tur di 11 kota ini mengangkat tema Eunoia Tour 2021. Eunoia yang berasal dari Bahasa Yunani dan memiliki arti pikiran yang baik. 

"Menurutku saat ini orang itu banyak berdebat soal salah benar terkait pandemi. Aku udah nggak pernah mikir salah atau benar lagi, tapi aku mikir ini baik atau buruk," ungkapnya kepada awak media, Selasa (16/3/2021) malam. 

Lanjut Santoso untuk 11 kota yang dikunjungi oleh Bagus Dwi Danto dan Coconightman dalam rangkaian Eunoia Tour 2021 meliputi beberapa daerah yang berada di Pulau Jawa dan Madura. 

"Total 11 titik. Kita start dari Banyuwangi, Jember,  Pasuruan, Ponorogo, Solo, Kuningan, Gresik, Bangkalan, Sidoarjo, Malang dan Batu," ujarnya. 

Rangkaian Eunoia Tour 2021 ini juga merupakan semangat dan bukti dari para musisi untuk terus produktif di tengah pandemi Covid-19. Produktif dalam arti harus terus bergerak dengan karya nyata dengan menyajikan hasil karya sesuai keahlian apa yang dimiliki. 

"Musisi main lagu jalan ya jalan aja. Sebagai musisi kalau mau bicara ya dalam panggung ya. Tergantung pikiran orang, kalau mikir jelek ya jelek hasilnya. Kalau mikir baik juga baik hasilnya. Menurutku ini (Eunoia Tour 2021, red) salah satu gerakan. Kalau ini nggak terjadi ya mati kita semua. Kita kelaparan kok," ungkapnya. 

Untuk antusiasme penonton di Kota Malang sendiri Santoso mengatakan bahwa hampir di setiap kota animonya penontonnya sama dan rata. "Karena aku bangun prinsip bagaimana sistem roda ekonomi ini berjalan dengan sebaik-baiknya. Kita yang main aman, yang bikin acara aman, yang datang aman.

Santoso menambahkan, bahwa semua orang berhak untuk bersenang-senang untuk menjaga kesehatan pikiran ditengah pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan akan berakhir. 

"Karena kunci pandemi saat ini kolaborasi. Kembali lagi ke prinsip gotong royongnya. Gotong royong penting untuk saat ini," ujarnya. 

Sementara itu, untuk titik tur yang berada di Kota Malang, Santoso mengatakan bahwa Coconightman dan Bagus Dwi Danto masing-masing membawakan sembilan lagu andalannya. Beberapa lagu termasuk daftar lagu baru yang akan segera dirilis pada tahun ini. 

"Coconightman membawakan sembilan lagu, mas danto bawa sembilan lagu juga. Ada lagu-lagu baru. Coconightman dia udah buat album baru tahun lalu. Tapi karena pandemi nggak jadi tur. Mas danto punya 12 lagu baru. Empat lagu baru yang tadi dibawakan. Karena dia rebranding dari Sisir Tanah menjadi Bagus Dwi Danto," katanya. 

Beberapa bulan ke depan Bagus Dwi Danto juga akan meluncurkan format full album baru dengan 12 lagu baru yang akan tersaji menyapa telinga para pendengar penikmatnya. Santoso menyebutkan jika tidak terdapat halangan format full album akan diluncurkan pada bulan puasa. 

"Mas Danto akan lebih cepat di Bulan Puasa ini dengan 12 track baru. Coconightman keluar album baru di Bulan Juni dengan 10 lagu. Kayaknya Mas Danto dan Coconightman nanti keluarnya fisik juga. Yang memungkinkan CD dulu," pungkasnya.

Topik
Bagus Dwi DantoCoconightman BandKota Malangdunia musiktour musik
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru