Satu Jam Hujan Deras Melanda Kota Malang, Lima Pohon Tumbang di Kecamatan Sukun 

Mar 16, 2021 19:05
Kondisi pohon tumbang di Jalan Sonokeling, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Selasa (16/3/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Kondisi pohon tumbang di Jalan Sonokeling, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Selasa (16/3/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Selama satu jam hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Malang, setidaknya terdapat lima pohon tumbang di Kota Malang yang semuanya terletak di Kecamatan Sukun. 

Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Malang Alie Mulyanto mengatakan bahwa pada hari ini Selasa (16/3/2021) hujan yang berlangsung sejak pukul 13.40 WIB menyebabkan lima pohon tumbang di lokasi yang berbeda namun dalam satu wilayah yakni di Kecamatan Sukun. 

"Jadi hari ini ada lima pohon tumbang, semuanya di Kecamatan Sukun. Titiknya di Jalan Raya Langsep dekat Jalan Mundu, di Mergan jurusan ke Bandulan, Jalan Raya Kepuh utaranya Universitas Kanjuruhan, di Jalan Raya Janti, sama di Dinsos Rehabilitasi (Jalan Beringin, red)," jelasnya ketika dihubungi pewarta, Selasa (16/3/2021). 

Alie melanjutkan bahwa penyebab terjadinya pohon tumbang di lima titik berbeda lokasi tersebut karena hujan deras yang disertai angin kencang selama satu jam melanda Kota Malang. "Macam-macam itu pohonnya, ada Sonokembang, Waru dan lain-lain," ujarnya. 

Terkait evakuasi kelima pohon tumbang tersebut, Alie menuturkan bahwa pihaknya bersama-sama instansi yang lain langsung bertindak untuk melakukan pemotongan dan pembersihan terhadap batang pohon yang tumbang. 

"Penanganannya ya segera dievakuasi dan semua sudah dievakuasi. Jadi dengan teman-teman tim, dari relawan, dari PMI, dari PSC, dari DLH, dari Satpol semuanya. Kita bersama-sama tim," terangnya. 

Alie mengimbau kepada masyarakat luas Kota Malang, agar dalam kondisi cuaca yang tidak menentu dan cenderung setiap harinya terjadi hujan deras disertai angin kencang agar selalu berwaspada. 

"Ya imbauannya kalau sedang hujan deras jangan keluar dulu kalau memang tidak penting. Yang kedua menghindar dari pohon-pohon yang besar ataupun dari tempat-tempat lokasi yang diperkirakan banjir," tuturnya. 

Lebih lanjut Alie mengatakan bahwa untuk antisipasi agar tidak terjadi kembali pohon tumbang, pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) terkait evaluasi pohon-pohon yang dikhawatirkan akan tumbang. 

"Untuk antisipasi kami bersama-sama dengan tim dengan DLH mengadakan evaluasi atau pengecekan pohon-pohon yang dikiranya rawan untuk dilakukan pemotongan maupun perapihan," tandasnya. 

Sementara itu, khusus di wilayah Kelurahan Janti, Kecamatan Sukun, Kota Malang terjadi dua pohon tumbang yang lokasinya tidak begitu jauh. Satu Pohon Karet di Jalan Sonokeling dan satu lagi Pohon Trembesi di depan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra di Jalan Beringin. 

Menurut keterangan saksi bernama Hotimah (41), saat terjadi pohon tumbang di Jalan Sonokeling dirinya berada di dekat lokasi. Kebetulan Hotimah kesehariannya berjualan nasi goreng di dekat tumbangnya Pohon Karet tersebut. 

"Saya lihat langsung di sini. Jam setengah dua ada angin puting beliung, anginnya muter-muter putih langsung nggak sampai lima menit langsung roboh brekkk pohon karetnya," ujarnya. 

Hotimah menyebutkan setidaknya terdapat empat kios yang menjadi korban tumbangnya Pohon Karet yang cukup besar dan tinggi tersebut. 

"Empat itu tempat jualan pakan burung, bengkel tapi sudah tutup, rumah biasa terus satunya lagi besi tua punya saya besi tua," katanya. 

Selain itu, tidak jauh dari Jalan Sonokeling tepatnya di Jalan Beringin juga terdapat pohon tumbang yang berjenis Pohon Trembesi. Tumbangnya Pohon Trembesi tersebut mengakibatkan Pos Jaga Dinas Sosial Jawa Timur UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra rusak. 



"Tadi ada hujan angin. Kemudian ada salah satu petugas pos saya yang di sini lah ini langsung jatuh, ambruk. Angin dari arah timur ke barat. Hujan angin, gelap semua. Terus ini kayu trembesi ini ambruk," ungkap Kepala UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra Dinsos Jawa Timur Firdaus Sulistiawan. 

Firdaus menuturkan bahwa terdapat tiga pohon tumbang yang berada di depan kantornya, yakni terdapat Pohon Jati di pintu keluar dan dua lainnya Pohon Trembesi di pintu masuk. 

"Udah tua (pohonnya, red). Artinya ini harusnya dibersihkan oleh DLH. Jadi sudah mengantisipasi jatuhnya korban. Sudah kami buat surat lama sekali untuk segera ditindaklanjuti," pungkasnya.

Topik
Pohon Tumbang di MalangPohon TumbangBencana Alam

Berita Lainnya

Berita

Terbaru