Festival Aruna Panca Sapta, Iringi Peringatan Milad ke-57 IMM

Mar 16, 2021 18:50
Suasana saat pembukaan Festival Aruna Panca Sapta memperingati Milad ke- 57 IMM (foto: Istimewa)
Suasana saat pembukaan Festival Aruna Panca Sapta memperingati Milad ke- 57 IMM (foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Festival Aruna Panca Sapta, meriahkan peringatan Milad ke- 57 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang digelar Pimpinan Cabang IMM Malang Raya. 

Festival tersebut diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya Webinar bersama para tokoh nasional, Ganjar Pranowo dan juga Ketua Umum DPP IMM Najih Prastiyo.

Menilik nama festival yang unik, sempat membuat banyak yang bertanya-tanya mengenai makna nama festival yang dibuka secara resmi di Sengkaling Kuliner (14/3/2021).

Ketua Bidang Seni Budaya dan Olahraga, IMM Malang Raya Arroyan Ramadhan, mengatakan bahwa Aruna Panca Sapta berasal dari bahasa sansekerta. Nama festival tersebut jika dimaknai merupakan istilah lain dari Milad ke- 57 IMM.

“Aruna berarti cahaya matahari yang kemerahan, sebagai simbol mataharinya Muhammadiyah, Panca berarti lima dan Sapta berarti tujuh, menunjukkan milad IMM ke-57,” jelasnya.

Selain nama festival yang penuh makna, dalam peringatan milad itu juga mengambil tema yang tak kalah unik. Tema yang diambil adalah Satwika Barinan Adhinaya. Tema itu selaras dan terintegrasi dengan tema milad secara nasional, yakni “Membumikan gagasan, membangun peradaban”.

Banyak gagasan yang sebetulnya telah lahir di Muhammadiyah dan IMM khususnya, seperti gagasan Islam wasathiyah, Islam berkemajuan, Negara Pancasila sebagai Darul Ahdi Wa Syahadah, dan gagasan-gagasan lainnya. 

Dari situlah dibutuhkan instrumen untuk mengejawantahkannya, agar gagasan ini mampu dimengerti dan dirasakan oleh masyarakat sekitar, dan IMM berperan sebagai instrument tersebut.

"Tema ini juga berasal dari bahasa sansekerta yang bermakna menyatukan semangat, dimaksudkan untuk mempertegas gerak, sikap, dan tendensi IMM sebagai garda terdepan gerakan dakwah berkemajuan," terangnya.

Sementara itu, usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan menggelar Webinar bersama Ganjar Pranowo. Dalam sambutannya, Ganjar membuka dengan sebuah alegori akan posisi mahasiswa sebagai kalangan intelektual dalam menjadi partner kritis pemerintah guna mewujudkan regulasi yang memihak rakyat.

“Selalu ada anggapan bahwa pemerintah tidak pernah benar, itulah yang nampaknya ada di benak mahasiswa," ungkap Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, sebagai pembuka ceramahnya dalam webinar peringatan Milad IMM ke-57 yang diadakan oleh Pimpinan Cabang IMM Malang Raya.

Ganjar juga mengatakan bahwa dalam demonstrasi, mahasiswa selalu punya ide dan gagasan yang cemerlang yang harus didengar, suatu manifestasi dari membumikan gagasan.

“Saat ada demo, harapan saya bisa bertemu dan menjelaskan, sehingga ide dan gagasan yang muncul itu bisa didialogkan dan apakah kemudian bisa terjadi sepakat atau tidak, dalam teori politik disebut consensus building, membangun sebuah kesepakatan,” ujarnya.

Ketika sebuah gagasan mampu disampaikan dengan baik, maka peradaban akan terbangun dengan kokoh. Peradaban akan dibangun jika dalam sebuah komunikasi memilih diksi yang tepat dan baik. Sehingga, secara kesukuan kemudian timbul saling menghormati, baik itu perbedaan agama dan hal lainnya.

"Kita bangun diskusi yang lebih rasional, elegan, no hoax, maka dengan ini akan bisa merespon persoalan-persoalan bangsa ke depan,” jelas Ganjar.

Dalam sambutan penutupan, diisi oleh oleh Wakil Rektor UMM, Dr Nur Subeki MT. Disampaikannya, jika IMM merupakan tulang punggung Muhammadiyah. Karenanya, tanggung jawab besar untuk mampu mengaplikasikan sebuah gagasan yang strategis guna mencapai sebuah keberhasilan.

"Hal itu akan dapat dicapai dengan menerapkan 5C, tiga di antara yang utama yaitu collaboration, critical thinking and confidence," pungkasnya.

Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah tokoh dan perwakilan organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang juga merupakan ketua Fokal IMM Kodar Malang Ramliyanto, SP MP, serta perwakilan ortom seperti Aisyiyah Kota Malang, Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Batu, Hizbul Wathon Kota Malang, Tapak Suci Kota Malang, dan ortom-ortom lainnya.

Festival Aruna Panca Sapta sendiri masih akan berlangsung dengan berbagai kegiatan perlombaan lainnya hingga tanggal 21 Maret 2021. Kegiatan tersebut juga dapat diakses melalui Youtube IMM Malang Raya.

 

 

Topik
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyahmilad ke 57 IMMmahasiswa muhammadiyah malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru