Gubernur Jatim: Proyek Sanitary Landfill TPA Supit Urang Bakal Jadi Pilot Project 3R

Mar 16, 2021 18:39
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (dua dari kanan) saat meninjau kawasan TPA Supit Urang, Selasa (16/3/2021). (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (dua dari kanan) saat meninjau kawasan TPA Supit Urang, Selasa (16/3/2021). (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

MALANGTIMES - Proyek Sanitary Landfill di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, rupa-rupanya menjadi perhatian berbagai pihak. Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa bahkan secara khusus menyempatkan waktu untuk meninjau kawasan yang berada di Kecamatan Sukun, Kota Malang, Selasa (16/3/2021) sore.

Ia menyatakan, selain Kota Malang, proyek Sanitary Landfill juga bakal difungsikan di wilayah Jatim lainnya, yakni di Kabupaten Sidoarjo. Menurutnya, dengan sistem ini pengolahan sampah mulai proses 3R (Reduce, Reuse, Recycle) akan lebih mudah dilakukan.

"Potensinya cukup besar. Proses reduce, reuse, recycle dari sampah di Kota Malang kemudian diolah di sini. InsyaAllah sehari bisa mengolah 400 ton sampah. Satu lagi ada di Sidoarjo, lalu multiplier profit juga menurut saya," ujarnya.

Dengan begitu, kata dia, pemanfaatan lain dari proyek ini pun juga akan bisa untuk meningkatkan pertanian. Sebab, hasil pengolahan sampah ini bisa sebagai pupuk kompos.

"Jadi kalau misalnya kita bisa mendapatkan suplai kompos lebih signifikan. Ini sangat sehat, dan tentu nilai tambah bagi petani juga makin tinggi," imbuhnya.

Bukan tidak mungkin, lanjut Khofifah, dalam 2 tahun yang akan datang melalui sistem pengelolaan sampah tersebut, juga akan memberikan nilai tambah dengan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS).

Namun, mantan Menteri Sosial ini juga mengharapkan, dengan Sanitary Landfill kebiasaan pola hidup bersih di masyarakat akan tetap menjadi bagian penting. Bahkan, bisa untuk menambah aktivitas anak-anak sekolah. Yakni, dengan adanya pembelajaran pemilahan sampah, botol, sampah plastik, dan sampah basah lainnya.

Dengan begitu, upaya ini bisa menjadikan Kota Malang menjadi pilot project 3R. Salah satunya dengan menjadikan pengelolaan sampah dengan Sanitary Landfill tersebut sebagai edukasi. Hingga, bisa menjadi referensi pengelolaan sampah untuk daerah lainnya.

"Kedua ini akan menjadi piloting bagaimana 3R, bagaimana pengolahan sampah itu. Bisa kita jadikan referensi bersama. Anak-anak sekolah nanti juga bisa study edukasi di sini, misalnya bagaimana pengolahan sampah dengan memberikan multiplier profit, tetapi tidak beraroma, dan seterusnya," tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji menambahkan, pengoperasian Sanitary Landfill akan segera dilakukan apabila tenaga terampilnya telah siap. Di mana saat ini, para tenaga yang disiapkan masih menjalani pelatihan khusus.

Namun, dalam hal ini, Sutiaji juga mengharapkan edukasi pemilahan sampah 3R tetap berjalan di masyarakat. Sehingga, persoalan sampah di Kota Malang perlahan akan bisa teratasi dengan optimal.

"Anggaran sudah kami alokasikan di 2021 ini, untuk pengoperasian Sanitary Landfill ini. Nantinya, pemilahan 3R tetap kita kuatkan, sehingga harapannya di sini tidak lama-lama, jadi begitu masuk, sudah dimasukkan pada titik-titik tertentu ini bisa dilaksanakan," ungkapnya.

Topik
Gubernur Jatim Khofifah Indar ParawansaTPA Supit Urang Kota MalangWalikota Malang Sutiajiproyek Sanitary Landfill

Berita Lainnya

Berita

Terbaru