Siapkan Pembelajaran Tatap Muka, Pemkab Malang Penuhi Daftar Periksa

Mar 16, 2021 16:52
Bupati Malang Sanusi (masker putih) saat meninjau kesiapan pembelajaran tatap muka di salah satu sekolah yang ada di Kabupaten Malang pada beberapa waktu lalu. (Foto: Ashaq Lupito/ JatimTIMES)
Bupati Malang Sanusi (masker putih) saat meninjau kesiapan pembelajaran tatap muka di salah satu sekolah yang ada di Kabupaten Malang pada beberapa waktu lalu. (Foto: Ashaq Lupito/ JatimTIMES)

MALANGTIMES - Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kabupaten Malang Rachmat Hardijono menuturkan, jika salah satu persyaratan yang harus dipenuhi untuk melangsungkan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) adalah memenuhi unsur daftar periksa.

"Sekolah bisa melakukan uji coba PTM apabila telah memenuhi daftar periksa dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," ungkapnya saat dikonfirmasi media online ini.

Rachmat menjelaskan, daftar periksa tersebut meliputi ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan. Yakni mulai dari keberadaan toilet yang memadai, sarana tempat cuci tangan dan ketersediaan disinfektan.

Selain itu, sekolah yang hendak melangsungkan PTM juga harus menerapkan dan menyediakan alat protokol kesehatan (prokes). Yakni mulai dari kewajiban mengenakan masker hingga menyediakan alat thermogun.

"Sekolah yang ada di bawah naungan Dispendik Kabupaten Malang bisa melakukan PTM jika fasilitas penunjang telah memadai. Selain itu juga harus melakukan pendataan sebelum uji coba PTM diselenggarakan," jelasnya.

Pendataan yang dimaksud tersebut, dijelaskan Rachmat, meliputi pemetaan terhadap warga satuan pendidikan yang memiliki komorbid, pemetaan riwayat perjalanan dari wilayah dengan tingkat penyebaran Covid-19 tinggi, sekaligus melacak siapa saja yang pernah kontak erat dengan pasien Covid-19.

"Jika dari hasil pendataan diketahui ada yang mengarah ke Covid-19, maka akan diarahkan untuk menjalani isolasi mandiri sebelum akhirnya PTM dilangsungkan," imbuhnya.

Daftar periksa terakhir, lanjut Rachmat, pihak sekolah yang hendak menjalankan PTM diminta untuk mengajukan perizinan. Salah satunya ke Satuan Tugas (Satgas) Covid-19.

"Bagi SMP bisa berkoordinasi dengan Satgas yang ada di tingkat kecamatan, sedangkan untuk SD bisa berkoordinasi dengan Satgas Desa/Kelurahan. Kemudian untuk PAUD bisa berkoordinasi dengan satgas di tingkat dusun," terangnya.

Tidak hanya diwajibkan untuk berkoordinasi dengan Satgas Covid-19, sebelum melangsungkan PTM pihak sekolah juga diminta untuk mengajukan perizinan ke komite sekolah hingga perwakilan wali murid.

"Daftar periksa terakhir untuk uji coba PTM adalah mendapatkan persetujuan dari komite sekolah dan perwakilan orang tua atau wali murid," urainya.

Nantinya, jika PTM resmi dilangsungkan di Kabupaten Malang, Rachmat meminta kepada pihak sekolah untuk selalu mengawasi peserta didiknya, agar senantiasa menerapkan prokes Covid-19 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Guru harus mengawasi dan terus mengingatkan kepada siswanya untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, dan menerapkan prilaku hidup bersih," pungkasnya.

Sekedar informasi, guna mempercepat tahapan uji coba PTM, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang juga terus melangsungkan vaksinasi kepada kalangan guru dan tenaga kependidikan. Terbaru, mulai Senin (15/3/2021) suntikan vaksinasi ke-2 terhadap kalangan guru di Kabupaten Malang telah dilangsungkan.

Dari data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) setidaknya akan ada sekitar 61 ribu guru di Kabupaten Malang, yang diproyeksikan memperoleh vaksin Covid-19.

Topik
pembelajaran tatap mukaKabupaten MalangPendidikan Kabupaten Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru