Proyek Museum HAM Munir Rp 8,2 Miliar Rampung, Rekanan Diganjar Denda Rp 8,2 Juta Per Hari

Mar 16, 2021 15:59
Bangunan Museum Hak Asasi Manusia (HAM) Munir pertama di Indonesia yang terletak di Jalan Sultan Hasan Halim, Kelurahan Sisir, Kota Batu telah rampung, Senin (15/3/2021) (Foto Dok Jatim Times)
Bangunan Museum Hak Asasi Manusia (HAM) Munir pertama di Indonesia yang terletak di Jalan Sultan Hasan Halim, Kelurahan Sisir, Kota Batu telah rampung, Senin (15/3/2021) (Foto Dok Jatim Times)

BATUTIMES- Pembangunan Museum Hak Asasi Manusia (HAM) pertama di Indonesia yang terletak di Jalan Sultan Hasan Halim, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu telah rampung 100 persen. Saat ini pihak penggarap PT Bara Furot Nagata tinggal melakukan serah terima bangunan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Batu dalam waktu dekat.

Sekretaris DPKPP Kota Batu, Bangun Yulianto mengatakan, terkait pengerjaan Museum HAM Munir pengerjaan telah diselesaikan. Namun untuk proses masih cukup panjang seperti dilakukan serah terima tahap pertama dan kedua dari pihak ketiga ke Pemkot Batu.

"Museum HAM sudah selesai dikerjakan. Tinggal dilakukan serah terima yang kemungkinan dilakukan dalam waktu tiga bulan ke depan. Memang dalam pengerjaan ada kemoloran. Artinya pihak ketiga harus membayar denda sesuai kemoloran pengerjaan," ujarnya, Selasa (16/3/2021)

Untuk denda yang harus dibayarkan oleh pihak ketiga dalam satu hari sesuai dengan denda keterlambatan 1 per 1.000 dari total kontrak Rp 8,2 miliar. Artinya per hari pihak ketiga dikenakan denda Rp 8,2 juta.

"Selain proses serah terima, juga akan dilakukan audit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) apakah pembangunan sesuai spesifikasi atau tidak. Juga dibutuhkan adanya Perjanjian Kerja Sama (PKS), Perwali dan bahkan dibutuhkan Perda terkait pengelolaan dan lain sebagainya," ujarnya.

Sementara itu, Pelaksanaan Proyek PT Bara Furot Nagata, Widi Hermanto menjelaskan, dalam proses pembangunannya pun molor dari target awal, karena banyak mengalami kendala. Sebab, awal akan dilakukan pembangunan tersebut, sempat terjadi penolakan dari warga sekitar.

"Pembangunan ini bertahap, karena kita mengalami berbagai kendala dari penolakan warga. Seperti halnya, penolakan alat berat untuk masuk. Kemudian, adanya perubahan struktur desain, karena sempat terjadi longsor," ujarnya.

"Adanya berbagai kendala itu, penggarapan kita menjadi molor. Target awal, rampung pada 23 Desember 2020. Dan baru rampung 20 Febuari 2021, kemarin," imbuhnya.

Topik
Berita BatuMuseum HAMmuseum ham munirDPKPP Kota Batubangun yuliantomuseum ham pertama

Berita Lainnya

Berita

Terbaru