Kisah Lucu Sahabat Rasulullah SAW Ketika Salah Melihat Hilal, Bikin Tersenyum Lega

Mar 16, 2021 09:15
Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Hilal merupakan bulan sabit muda pertama yang dapat dilihat setelah terjadinya konjungsi pada arah dekat matahari terbenam yang menjadi acuan permulaan bulan dalam kalender Islam. Biasanya, hilal diamati pada hari ke-29 dari bulan Islam untuk menentukan apakah hari berikutnya sudah terjadi pergantian bulan atau belum.

Pengamatan hilal selalu dilaksanakan saat bulan puasa menjelang perayaan hari raya Idul Fitri. Di Indonesia sendiri, pengamatan hilal selalu dilakukan oleh pemerintah bersama para ulama. Sejauh ini, Indonesia lebih banyak menjalani puasa 30 hari penuh.

Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian yang diunggah channel YouTube Ilmu Makkah dan Madinah menyampaikan, kawasan Asia Tenggara secara khusus memang sering kali tertutup di akhir bulan. Hal itu sebagaimana hikmah Allah SWT.

Setiap tahunnya, pemerintah Indonesia juga selalu melihat hilal sebagaimana ketentuan yang ada. Selain itu, juga telah menyesuaikan dengan persyaratan yang harus dipenuhi saat melihat hilal.

Dalam Islam, lanjut ustadz Khalid, jika ada satu orang yang melihat hilal dan bisa dipercaya, maka itu bisa dijadikan pegangan.

Selain itu, juga ada syarat bagi mereka yang dipercaya melihat hilal, yaitu harus paham dan tidak dianjurkan orang yang berumur. Karena penglihatan seorang yang tua dan muda memang berbeda.

Kejadian lucu pun pernah terjadi di masa Iyas bin Al-Muzani. Saat itu, seorang sahabat Rasulullah SAW bernama Jabir bin Abdillah masih hidup dan usianya sudah mencapai 90 tahun lebih.

Akhir Syakban, masyarakat datang ke pantai untuk melihat hilal. Saat itu tak ada yang melihat hilal. Kemudian Jabir bin Abdillah menyampaikan jika ia sudah melihat hilal, maka masyarakat mempercayai karena ia adalah sahabat Rasulullah.

Namun Iyas yang merupakan hakim saat itu mengatakan, "Wahai sahabat Rasulullah, apakah Anda yakin melihat hilal?,".

"Iya, saya lihat," jawab Jabir.

Lalu Iyas pergi ke hadapan wajah Jabir, ternyata lantaran sudah sangat tua sekali, maka alis Jabir turun melengkung ke matanya, persis seperti bulan sabit. Iyas Al-Muzani yang merupakan seorang ulama besar itu kemudian berkata, "Wahai sahabat Rasulullah, bisakah Anda izinkan saya merapikan alis Anda?,".

"Iya aku izinkan," kata Jabir.

"Apakah Anda masih melihat hilal?," tanya Iyas setelah merapikan alis Jabir dengan penuh kesopanan.

"Demi Allah saya nggak melihatnya," kata Jabir.

Dari kisah inspiratif itu, maka setidaknya ada hikmah untuk memantau hilal. Selain orang yang cakap, juga diperlukan sosok dengan pandangan yang jeli. Sehingga, hilal bisa benar-benar terlihat untuk menentukan pergantian bulan.

Topik
pengamatan hilalSahabat RasulullahJabir bin AbdullahIyas bin Al MuzaniKhalid Basalamah

Berita Lainnya

Berita

Terbaru