Usut Anak Usia 5 Tahun Tenggelam di Kolam Renang, Polisi akan Periksa Pengelola dan Orang Tua Korban

Mar 15, 2021 20:24
Polisi saat memeriksa Kolam Renang Cerme usai anak usia 5 tahun tenggelam (foto: Polsek Pakisaji for MalangTIMES)
Polisi saat memeriksa Kolam Renang Cerme usai anak usia 5 tahun tenggelam (foto: Polsek Pakisaji for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kasus anak usia 5 tahun yang tenggelam di Kolam Renang Cerme berbuntut panjang. Polsek Pakisaji saat ini tengah memeriksa pengelola kolam renang.

Kanit Reskrim Polsek Pakisaji, Ipda Eka Yuliandri Aska mengatakan bahwa korban atas nama Ahmad Fauzi (5) yang tenggelam Minggu (14/3/2021) kemarin meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit Ben Mari. “Kami periksa pengelola atas kejadian itu,” ujar Eka Yuliandri Aska, Senin (15/3/2021).

Menurut pria yang akrab disapa Aska itu, anak berusia 5 tahun sebenarnya harus mendapatkan pengawasan ekstra ketika berlibur di kawasan kolam renang agar terbatasi ketika bermain.

Sehingga dalam hal ini Polsek Pakisaji memiliki indikasi ada kelalaian. “Dari peristiwa itu menandakan adanya kelalaian, baik dari pengelola atau pun orang tua korban,” kata dia.

Pria yang pernah menjabat sebagai Kasubbag Humas Polres Malang itu menjelaskan bahwa pihaknya akan mengagendakan pemeriksaan kepada saksi, terutama pengelola kolam renang Cerme.

Lanjut Aska, pemeriksaan awal nantinya meliputi kelengkapan administrasi, perizinan operasional kolam renang Cerme. Bahkan ia juga menyoroti adanya kekurangan keamanan, seperti life guard kolam renang.

“Wisata kolam renang seperti itu harusnya ada tim rescue. Tapi ini (di Kolam Renang Cerme, red) tidak ada,” ujar dia.

Karena kejadian itu, saat ini segala aktivitas di kolam renang Cerme sementara dihentikan, bahkan Polisi sudah memasang Police Line yang menandakan bahwa tidak boleh ada kegiatan hingga proses pemeriksaan tuntas. “Sudah kami kelilingi dengan garis Polisi (di kolam renang Cerme, red). Ini untuk sementara waktu, sampai pemeriksaan selesai,” jelasnya.

Namun tak berhenti di situ, nantinya Polisi juga akan memeriksa orang tua korban. Namun hal itu menunggu hingga masa berduka usai. “Mungkin sekitar satu bulan kedepan, baru kami akan periksa orang tuanya,” terang dia.

Diberitakan sebelumnya, nasib nahas dialami Ahmad Fauzi yang berlibur bersama keluarga di kolam renang Cerme. Namun suasana yang seharusnya gembira itu justru menjadi duka mendalam bagi keluarga.

Mulanya, korban bersama keluarga datang pukul 08.00 WIB di kolam renang Cerme. Selama berenang, ia diawasi penuh oleh orang tuanya yakni Siti Fatimah.

Akan tetapi, pukul 10.00 WIB korban lepas pantauan dari orang tuanya. Dan ternyata korban salah masuk di kolam renang dewasa dan tenggelam.

Awalnya, banyak pengunjung yang mengetahui dan akan menolong korban. Dan korban pun sempat tertolong meski kondisinya lemas.

Akhirnya, korban dibawa ke RS Ben Mari untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Namun korban tidak tertolong dalam perjalanan dan menghembuskan nafas terakhirnya.

Topik
anak tenggelamUnit Reskrim Polsek Pakisajieka yuliandri askakolam renang cerme

Berita Lainnya

Berita

Terbaru