Setahun Pemkab Malang Cetak Ratusan Ribu KTP dan KIA

Mar 15, 2021 19:59
Bupati Malang Sanusi (kanan, pakai peci) saat meninjau kesiapan program inovasi Pemkab Malang di sektor pelayanan adminduk beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)
Bupati Malang Sanusi (kanan, pakai peci) saat meninjau kesiapan program inovasi Pemkab Malang di sektor pelayanan adminduk beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mengonfirmasi setahun rata-rata ada ratusan data administrasi kependudukan (adminduk) yang harus dilayani. Baik itu meliputi pelayanan adminduk berupa kartu tanda penduduk (KTP) maupun kartu identitas anak (KIA).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang Sirath Aziez menjelaskan, pada kurun waktu tahun 2020 lalu, tidak kurang dari 100 ribu KIA yang diajukan oleh masyarakat telah dicetak. ”Kalau untuk KIA, tahun lalu kami mencetak sekitar 100 ribu lebih. Itu dalam satu tahun, akni sepanjang tahun 2020,” ungkapnya.

Tidak jauh berbeda. Dalam kurun waktu yang sama, yaknitahun 2020, Dispendukcapil Kabupaten Malang juga mencetak sekitar 100 ribu KTP yang telah diajukan oleh masyarakat. ”KTP juga kurang lebih ada 100 ribu lebih. Jadi, memang cukup banyak kebutuhan untuk di Kabupaten Malang,” terangnya.

Menurut dia, banyaknya pengajuan pengurusan adminduk tersebut tidak terlepas dari banyaknya jumlah penduduk yang ada di Kabupaten Malang. ”Mengingat jumlah penduduk di Kabupaten Malang memang cukup banyak. Kurang lebih ada sekitar 2,6 juta,” katanya.

Tidak hanya pengajuan KTP baru. Ratusan ribu pelayanan yang diberikan dalam kurun waktu 1 tahun tersebut  juga meliputi perubahan status KTP. ”Dari 2,6 juta penduduk itu, pasti ada perubahan, apa itu terkait dengan masalah perkawinan, terkait dengan kematian atau surat pindah datang, maupun pindah keluar dan sebagainya,” ungkap Aziez.

Atas pertimbangan inilah, lanjut Aziez, pihaknya bakal memberikan berbagai terobosan guna memudahkan masyarakat dalam mengajukan pengurusan adminduk. ”Banyak sekali yang harus kami lakukan dalam rangka memberikan kemudahan dan pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Baru-baru ini, Pemkab Malang melalui Dispendukcapil sedikitnya telah me-launching beragam inovasi di sektor pengurusan adminduk. Yakni meliputi program Desaku Tuntas hingga Pelayanan Kecamatan Diantar ke Deso atau disingkat Pak Tarso.

Seperti yang sudah diberitakan, kedua inovasi tersebut di-launching langsung oleh Bupati Malang Sanusi pada Maret 2021 ini. Dalam pemaparannya, Sanusi menargetkan dalam kurun waktu setahun ini, pengajuan adminduk sudah bisa dilakukan hanya dari tingkat desa dan maksimal di tingkat kecamatan.

Khusus pelayanan adminduk yang bisa diselesaikan di tingkat kecamatan tanpa harus datang ke kantor Dispendukcapil yang ada di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, adalah inovasi Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM).

Sampai saat ini, Sanusi menyebut jika layanan inovasi ADM sudah ada di 17 kecamatan. Targetnya pada tahun 2021 ini, 33 kecamatan yang ada di Kabupaten Malang telah terfasilitasi ADM. ”Dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dari tahun ke tahun, ke depannya kalau bisa pengurusan adminduk akan kami tuntaskan dan secara total hanya cukup di desa,” pungkas Aziez saat melanjutkan mandat dari bupati Malang.

 

Topik
adminduk kabupaten malangDispendukcapil Kabupaten MalangBupati Malang Sanusi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru