Pemkot Malang Dorong Peningkatan Kapasitas Pedagang melalui Digitalisasi

Mar 15, 2021 18:09
Suasana sosialisasi peningkatan kapasitas pedagang Wisata Belanja Tugu (WBT) dan Malang Night Market di Hotel Aria Gajayana Hotel, Senin (15/3/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Suasana sosialisasi peningkatan kapasitas pedagang Wisata Belanja Tugu (WBT) dan Malang Night Market di Hotel Aria Gajayana Hotel, Senin (15/3/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Seiring perkembangan zaman, metode-metode penjualan produk-produk usaha masa kini kian diminati. Hal inilah yang menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Karena itu, para pedagang diajak untuk meningkatkan kapasitas, khususnya dalam branding dan penjualan produk lokal, melalui digitalisasi. Cara ini pula sebagai upaya mewujudkan Kota Malang menjadi smart city. Salah satunya melalui smart economy.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, inovasi berindustri perlu dikembangkan guna mengenalkan produk usaha lokal di kancah pasar global. Sehingga, branding akan konsep pemasaran produk para pedagang amat diperlukan agar ke depannya lebih optimal dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian.

"Saat pandemi covid-19, ternyata industri ekonomi mikro yang mampu bertahan. Bagaimana nanti Kota Malang smart city dengan konsep smart economy mampu membuat branding. Sehingga, produk-produknya bisa dipasarkan ke kancah global," ujarnya saat menghadiri sosialisasi peningkatan kapasitas pedagang Wisata Belanja Tugu (WBT) dan Malang Night Market di Hotel Aria Gajayana Hotel, Senin (15/3/2021).

Menurut Sutiaji, para pedagang juga akan difasilitasi untuk pengelolaan pemasaran produk usaha melalui e-commerce. Pun memanfaatkan market place lokal yang telah disediakan Pemkot Malang.

"Jadi juga diajari untuk e-commerce, sehingga nanti wilayahnya bukan di situ saja. Dia juga bisa mem-publis lebih luas. Di kita juga punya market place. Itu untuk dimanfaatkan," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni menambahkan, pihaknya tidak hanya memanfaatkan platform digitalisasi, tetapi para pedagang juga diberikan pengetahuan terkait penyediaan makanan yang higienis dan aman.

Sehingga di masa pandemi covid-19,  pengelolaan produk-produk yang dihasilkan para pedagang tetap sesuai dengan protokol kesehatan. "Bagaimana nanti para pedagang harus menyiapkan sajian yang sehat dan aman. Sehingga penikmat kuliner maupun yang memasuki kawasan WBT dan Malang Night Market nyaman dalam menikmati sajian kuliner," ungkapnya.

Tak hanya itu. Guna mengoptimalkan konsep smart economy,  Ida mengatakan perlu kolaborasi pemberdayaan. Dalam hal ini dengan mendorong sektor usaha kecil mikro (UKM) untuk melakukan transaksi non-tunai atau cashless.

"Untuk menuju smart city, salah satunya kan melalui smart economy. Nah kita berupaya untuk transaksi non-tunai. Utamanya bagi pedagang UKM pariwisata itu untuk menerapkan aplikasi berbasis IT," pungkasnya.

Topik
Produk usaha Kota MalangWali Kota Malang SutiajiDisporapar Kota Malangpertumbuhan ekonomi Kota MalangUMKM Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru