Staf Desa yang Terciduk Bersama Mahasiswi IAIN di Posko KKN Ternyata Juga Kasek Madrasah

Mar 14, 2021 19:57
Beberapa perangkat desa Pringgondani saat berjaga di balai desa pasca peristiwa salah satu stafnya diketahui berduaan dengan mahasiswi KKN (foto : istimewa / Jatim TIMES)
Beberapa perangkat desa Pringgondani saat berjaga di balai desa pasca peristiwa salah satu stafnya diketahui berduaan dengan mahasiswi KKN (foto : istimewa / Jatim TIMES)

JEMBERTIMES - Peristiwa penggerebekan FA Staf Operator yang sedang berduaan dengan salah satu Mahasiswi IAIN Jember di ruang Posko KKN di Desa Pringgondani, Kecamatan Sumberjambe dari pukul 22.00 hingga 02.00 WIB, ternyata juga sebagai kepala sekolah di salah satu madrasah di desa setempat.

Menurut salah satu perangkat desa lainnya yang ikut melakukan penggerebekan, kepada wartawan Jatimtimes mengatakan, bahwa penggerebekan dilakukan karena tidak etis laki-laki dan perempuan berduaan sampai larut malam.

“Sebenarnya bukan mendobrak, tapi lebih pasnya menyuruh keduanya untuk pulang. Karena tidak etis laki-laki dan perempuan hanya berdua saja bertamu sampai larut malam,” ujar Hafifi salah satu Kasun setempat.

Hafifi menjelaskan, pihaknya tidak mengetahui pasti apa yang dilakukan oleh dua insan beda jenis tersebut selama 4 jam di dalam posko KKN. 

“Kita tidak tahu mereka berbuat apa di dalam, tapi dari interogasi yang ditujukan kepada FA, mereka hanya ngobrol saja katanya. Kondisi ruang posko saya lihat juga rapi dan kami juga tidak menemukan hal yang mencurigakan,” beber Hafifi.

Sementara Hamid anggota BPD (Badan Perwakilan Desa) Pringgondani, saat dihubungi media ini mengatakan, bahwa pihaknya sudah mendengar informasi soal peristiwa di balai desa pada Minggu dinihari, dan saat ini sedang membahas persoalan tersebut.

“Kalau kejadian yang sebenarnya, kami tidak tahu, hanya mendengar saja. Kalau memang peristiwa itu benar terjadi, ya yang bersangkutan yakni FA harus diberhentikan karena sudah mencoreng nama baik desa. Besok kami masih akan rapat di balai desa untuk menyikapi kasus ini, hasilnya seperti apa saya kabari,” ujar Hamid.

Sementara Rektor IAIN Jember Prof Babun Suharto, saat dikonfirmasi Jatimtimes, terkait kasus ini masih belum memberikan keterangan. Saat dihubungi nomor teleponnya tidak aktif, sedangkan pesan WhatsApp yang dikirim tidak direspon. Ketika ditelepon menggunakan aplikasi WhatsApp, panggilan dari Jatimtimes ditolak.

Seperti dberitakan sebelumnya, warga Desa Pringgondani, Kecamatan Sumberjambe, Jember, Minggu (14/3/2021) dini hari digegerkan dengan penggerebekan terhadap salah satu staf desa yang sedang berduaan di Posko KKN bersama seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi negeri di Jember.

Informasi yang dihimpun media ini, 8 mahasiswi yang purna KKN seminggu lalu, pada Sabtu (13/3/2021) sore diundang oleh salah satu Lembaga tempat ke-8 mahasiswi melakukan KKN untuk menghadiri acara pengajian Isra’ Mi’raj.

Karena selama KKN di Desa Pringgondani mereka semua tinggal di posko yang ada di balai desa, ke-8 mahasiswi tersebut singgah di posko. Kemudian pada pukul 20.00 WIB saat pengajian dimulai, seluruh mahasiswi hadir di lokasi pengajian. Sehingga semuanya meninggalkan posko KKN.

Namun pada saat pukul 22.00 WIB, salah satu mahasiswi sebut saja namanya Kemayuwati, pamit ke teman-temannya untuk pulang ke posko lebih dulu. Ternyata pamit pulangnya Kemayuwati dari lokasi pengajian, sudah melakukan janjian dengan FA salah satu staf desa Pringgondani bagian operator. Keduanya kemudian menuju balai desa dan masuk ke ruangan posko KKN.

Entah apa yang dilakukan kedua insan berlainan jenis ini, namun sampai teman-temannya pulang dari pengajian pada pukul 24.00 WIB, keduanya masih berada di dalam ruangan posko yang terkunci, hingga teman-temannya bingung tidak bisa masuk.

Selanjutnya, beberapa dari mahasiswi ada yang menghubungi perangkat desa, ketika ditunggu hingga jam 02.)) WIB, pintu posko masih belum dibuka, sehingga oleh beberapa perangkat desa dilakukan buka paksa. 

 

Topik
staf desa pringgondanimahasiswi kknpenggerebekan posko kknBerita Jemberkepala sekolah madrasah

Berita Lainnya

Berita

Terbaru