Forkom Pokdarwis Kota Malang: 6 Kampung Tematik di Kota Malang Terancam Dibekukan

Mar 13, 2021 20:11
Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang Ki Demang Isa Wahyudi saat ditemui awak media di Kampung Budaya Polowijen, Kota Malang, Sabtu (13/3/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang Ki Demang Isa Wahyudi saat ditemui awak media di Kampung Budaya Polowijen, Kota Malang, Sabtu (13/3/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Di tengah pandemi Covid-19, Forkom (Forum Komunikasi) Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Malang menyebut bahwa dari 21 Kampung Tematik yang ada di Kota Malang, setidaknya terdapat 6 Kampung Tematik yang terancam dibekukan. 

"Kampung Tematik di Kota Malang ada 21. Tapi yang eksis itu 15. Enamnya kembang kempis dan bisa jadi terancam untuk dibekukan," ungkap Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang Ki Demang Isa Wahyudi saat ditemui pewarta di Kampung Budaya Polowijen, Sabtu (13/3/2021). 

Pria yang merupakan penggagas Kampung Budaya Polowijen ini menuturkan, bahwa 6 kampung tematik yang terancam dibekukan tersebut dikarenakan tidak terdapat pergerakan untuk menghidupkan kembali kampung tematik yang ada. 

"Kampung Keramat, Kampung Bambu Mewek, Kampung Gerabah Penanggungan, Kampung Putih, Kampung Rolak Indahku sama Kawasan Wisata Panawijen," sebutnya. 

Lanjut Ki Demang, selain tidak terdapat pergerakan dari 6 kampung tematik tersebut, juga sepi pengunjung. "Disamping karena memang tidak ada kunjungan sebelum-sebelumnya. Maka masyarakatnya tidak punya kreativitas dan tidak punya kegiatan," terangnya. 

Selama pandemi Covid-19 yang telah berlangsung satu tahun lebih ini, kampung tematik yang ada di Kota Malang kondisinya semua hampir sama. Yakni, jarang sekali pengunjung yang datang. Sehingga menyebabkan pemasukan untuk menghidupkan kampung tematik beserta masyarakat sekitar pun tidak ada. 

"Bahkan pengeluaran besar. Bantuan dari pemerintah bentuknya infrastruktur itu belum. Itu yang memang agak kami herankan ya. Sampai saat ini kampung-kampung tematik tidak pernah mendapatkan bantuan infrastruktur apapun, baik perawatan atau apapun," ujarnya. 

Ki Demang mengatakan, bahwa terdapat bantuan berupa bantuan penyelenggaraan 15 event kampung tematik yang digelar pada Bulan Oktober 2021, sebagai penanda dibukanya kembali kampung-kampung tematik yang ada di Kota Malang. 

Selain itu disampaikan Ki Demang, juga terdapat bantuan-bantuan berupa sembako yang diberikan kepada para pelaku wisata. "Jadi bantuan yang diberikan oleh dinas itu hanya dalam bentuk sembako itu paling cuma sekali ya, dari kementerian lewat ke dinas," katanya. 

Selanjutnya juga terdapat bantuan berupa pelatihan-pelatihan kepada para pelaku wisata. Ki Demang mencontohkan seperti pelatihan CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Sustainability), bimbingan teknis, serta workshop yang berkaitan dengan peningkatan dunia kepariwisataan. 

"Kalau peningkatan kapasitas, saya kira Pemerintah Kota sudah lebih ya. Tetapi terkait tantangan problem infrastruktur, ketahanan pangan, bantuan modal dan lain sebagainya, belum," ujarnya. 

Maka dari itu, Ki Demang juga menyebutkan, bahwa jika berbicara mengenai Kampung Tematik di Kota Malang harus melibatkan lintas stakeholder yang saling berkaitan untuk bersama-sama menopangnya. 

"Oleh karena itu pentingnya bicara Kampung Tematik itu lintas stakeholder, bukan (Dinas, red) Pariwisata saja. Dinas atau OPD (organisasi perangkat daerah, red) yang lain punya kewenangan itu bisa terlibat mengembangkan, membantu kampung-kampung tematik tersebut," tandasnya. 

Topik
kampung tematikkampung tematik kota malangforkom pokdarwisberita kota malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru