Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah: Media Mainstream 'Obat' Berita Hoaks

Mar 13, 2021 18:41
Ilustrasi media sosial vs media mainstream (foto: istimewa)
Ilustrasi media sosial vs media mainstream (foto: istimewa)

MALANGTIMES - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Ahmad Basarah menyebut, bahwa media mainstream dibutuhkan untuk mengantisipasi gerilya berita dari media sosial yang saat ini merujuk ke hoaks.

Menurut Basarah, media sosial saat ini dianggap sudah mengambil alih peran media sesungguhnya. Oleh karena itu pihaknya meminta peran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya untuk bisa ikut mencerdaskan bangsa melalui pemberitaan yang sesungguhnya.

“Dampak media sosial bagi masyarakat sangat tidak baik karena informasi yang beredar di media sosial belum tentu benar. Bahkan sering kali menimbulkan masalah kebangsaan,” ujar Ahmad Basarah ketika menjadi pemateri sosialisasi empat pilar kebangsaan.

Di sisi lain, Basarah juga menyebut, bahwa media mainstream saat ini bisa menjadi 'obat' bagi pemberitaan miring di media sosial.

“Media mainstream saat ini bisa menjadi penjernih berita bohong yang dibuat oleh media sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PWI Malang Raya Cahyono mengatakan, bahwa sosialisasi empat pilar kebangsaan sangat penting bagi generasi muda. Hal itu karena saat ini pemuda milenial lebih banyak termakan oleh media sosial sehingga rasa kebangsaan berkurang.

“Sosialisasi ini sangat penting, sebab saat ini sikap individualisme semakin bertumbuh. Apalagi sikap skeptis terhadap Pancasila. Untuk itu perlu adanya sosialisasi empat pilar kebangsaan seperti ini,” ucapnya.
 

 

Topik
Ahmad BasarahMedia mainstreamMedia SosialPWI Malang Raya

Berita Lainnya

Berita

Terbaru