Diterapkan, Ini Beda E-Tilang Dulu dan Sekarang, Kalian Wajib Tahu!

Mar 13, 2021 17:40
Papan pemberitahuan adanya kamera CCTV untuk memantau arus lalulintas di Kota Malang, Sabtu (13/3/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Papan pemberitahuan adanya kamera CCTV untuk memantau arus lalulintas di Kota Malang, Sabtu (13/3/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - E-Tilang (Elektronik Tilang) dengan menggunakan kamera E-TLE (Electronic Traffic Law Enforcement) di Kota Malang akan segera diterapkan dalam beberapa bulan ke depan di tahun 2021. Ternyata, sebelumnya juga telah diterapkan E-Tilang dengan konsep yang berbeda. 

Kasat Lantas Polresta Malang Kota Kompol Ramadhan Nasution mengatakan, bahwa pada tahun 2015 sudah diberlakukan E-Tilang di Kota Malang. 

"E-Tilang sebenarnya dari 2015 sudah berjalan dan sekarang juga masih berjalan. Cuman E-Tilang yang dimaksud bukan kamera yang menangkap tapi tetap masih petugas," ujarnya kepada awak media beberapa waktu lalu. 

Perwira yang akrab disapa Rama tersebut melanjutkan, bahwa untuk mekanisme penilangannya sendiri tentu berbeda. Perbedaannya terletak pada para pelanggar lalulintas.  

"Jadi (pelanggar lalulintas, red) bayar Briva. Masyarakat yang tidak mau hadir ke pengadilan, dia langsung menggunakan E-Tilang dengan menyerahkan nomor ponsel. Di ponselnya sudah tertera kode Briva yang harus dibayarkan ke BRI. Jadi tidak hadir, jadi menggunakan E-Tilang," terangnya. 

Lebih lanjut perwira dengan satu melati dipundaknya ini menuturkan bahwa jika terdapat masyarakat yang beranggapa E-Tilang sudah diterapkan, bahwa anggapan tersebut memang benar adanya. 

"Jadi masyarakat yang menyatakan E-Tilang itu sudah berjalan, memang benar itu sudah berjalan," ujarnya. 

Rama menerangkan bahwa di Kota Malang juga sudah banyak mahasiswa dari luar kota maupun asli Kota Malang yang memahami mekanisme penilangan E-Tilang dengan pembayaran melalui kode Briva tanpa harus mengikuti sidang di pengadilan. 

"Dalam artian dia tidak mau ke pengadilan, dia juga sudah mengakui dia salah. Akhirnya dia memilih tilang dengan lembaran biru. Kemudian akan kita input melalui aplikasi, di aplikasi ini langsung di forward ke sms ponsel yang diberikan sesuai nomor. Nanti ada kode Briva yang dibayarkan. Setelah dibayarkan, kita pun ada report (laporan, red)," jelasnya. 

Sedangkan untuk penilangan dengan menggunakan lembaran atau slip merah, disampaikan Rama bahwa lembaran tersebut diberikan jika pelanggar lalulintas lebih memilih untuk melakukan sidang di pengadilan. 

Sementara itu, untuk penerapan E-Tilang dengan menggunakan kamera E-TLE yang bakal diterapkan pada tahun 2021 ini, disampaikan Rama bahwa titiknya berada di 13 lokasi dengan kurang lebih 24 kamera E-TLE. Program tersebut juga sebagai upaya menuju Kota Malang sebagai Smart City. 

"Tentunya nanti dengan kamera ini kita tidak melakukan penilangan langsung ditempat yang sudah ada kamera E-Tilangnya. Namun di tempat-tempat yang belum ada E-Tilangnya tetap kita lakukan penilangan manual," ujarnya. 

Nantinya, spek dan kemampuan dari kamera E-TLE yang bakal digunakan, Rama menuturkan sama seperti yang digunakan di Kota Surabaya. "Karena spec untuk ETLE itu seluruh Indonesia bahkan negara maju diluar juga menggunakan itu. Kemampuannya memang hanya tangkap depan, belakang dan kecepatan, jadi semuanya hampir sama," pungkasnya.

Topik
e tilangKota MalangPolresta Malang Kotapenerapan e tilang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru