Akhir Pemukulan Mantan Pemain Timnas U-16, Pelaku Datang ke Rumah CSD dan Minta Maaf

Mar 13, 2021 15:48
Tangkapan layar saat pelaku (kiri) menyatakan permohonan maaf kepada CSD secara langsung di kediamannya yang berada di wilayah Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jumat (12/3/2021). (Foto: Istimewa) 
Tangkapan layar saat pelaku (kiri) menyatakan permohonan maaf kepada CSD secara langsung di kediamannya yang berada di wilayah Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jumat (12/3/2021). (Foto: Istimewa) 

MALANGTIMES - Akhir dari pemukulan terhadap mantan pemain Timnas Indonesia U-16 yakni CSD berakhir dengan damai. Pelaku yang berdomisili di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang mendatangi rumah CSD di kawasan Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang dan meminta maaf atas tindakan yang dilakukannya. 

Dalam video berdurasi 0.28 detik yang diunggah pada akun instagram pribadi CSD hari Jumat (12/3/2021), tampak pelaku yang duduk menghadap kepada CSD dengan bermasker menyatakan permohonan maaf kepada CSD dan keluarga. 

"Pada hari ini hari Jumat tanggal 12 Maret saya di rumahnya Ceysa. Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas hal yang tidak menyenangkan kepada saudari Ceysa bersama keluarga besarnya," ucap pelaku.

Terkait pelaku yang mengaku sebagai anggota polisi dan berdinas di Polsek Klojen, pelaku mengatakan bahwa dirinya tidak bermaksud mencemarkan nama baik institusi Polri dalam hal ini di Polsek Klojen. 

"Adapun ucapan saya di saat kejadian itu saya mohon maaf dan tidak ada niatan mencemarkan nama baik kepolisian. Dan saya tidak akan mengulangi kejadian ini lagi. Maafin ya Ce," ujarnya. 

Permohonan maaf ini pun tampak dalam video berdurasi 0.28 detik tersebut diakhiri dengan berjabat tangan antara pelaku dengan CSD. Dalam unggahan video tersebut, CSD juga tampak menuliskan caption pada akun instagram pribadinya. 

"Ya Allah, Jika seseorang menyakitiku, beri aku kekuatan untuk memberikan maaf kepadanya. Jika aku menyakiti orang lain, beri aku kekuatan untuk mau meminta maaf. Masalah udah clear ya gaise. TERIMAKASIH," tulis CSD. 

Sementara itu, orang tua CSD dalam hal ini ibu dari CSD yang berinisial D mengatakan bahwa dari pihak keluarga sudah memberikan maaf. Khususnya ayah dari CSD juga sudah memberikan maaf kepada pelaku. 

"Ayahnya (CSD, red) sudah memaafkan. Karena (pelaku, red) beritikad baik datang ke rumah dan meminta maaf kepada Ceysa dan ayahnya secara langsung," terangnya, Sabtu (13/3/2021). 

D juga menambahkan, bahwa dalam momentum permohonan maaf oleh pelaku kepada CSD juga disertai surat pernyataan. Dalam poin-poin permohonan maaf, pelaku juga menuliskan bahwa dirinya bukanlah seorang anggota kepolisian yang berdinas di Polsek Klojen. 

Pasalnya, saat terjadi peristiwa pemukulan terhadap CSD yang disebabkan cipratan genangan air di wilayah Jalan Sudanco Supriadi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, pelaku sempat mengaku sebagai anggota kepolisian yang berdinas di Polsek Klojen dan juga mengancam CSD untuk melakukan penilangan. 

"Sempat (pelaku, red) mengaku sebagai polisi. Jadi di surat pernyataan tersebut ditegaskan bahwa pelaku bukan anggota polisi dan berjanji tidak berbuat pemukulan lagi," ujarnya. 

Lebih lanjut D menuturkan bahwa saat ini kondisi CSD dalam keadaan baik-baik saja. Baik secara fisik maupun kejiwaan tidak mengalami trauma yang parah. Hari ini Sabtu (13/3/2021) pun untuk kembali memberikan semangat kepada CSD, D mengantarkan putrinya tersebut untuk mengikuti seleksi Bhayangkara FC Putri yang bertempat di Stadion Gajayana Malang.

Topik
Polisi GadunganPemain Timnas U 16bhayangkara FC putri

Berita Lainnya

Berita

Terbaru