Matematika Pelajaran yang Menyenangkan, Tips Belajar Ala Guru Besar UIN Malang ini Bisa Banget Dicontoh

Mar 12, 2021 18:08
Prof Dr Turmudi MSi, Guru Besar Pendidikan Matematika dan sang istri (istimewa)
Prof Dr Turmudi MSi, Guru Besar Pendidikan Matematika dan sang istri (istimewa)

MALANGTIMES - Matematika sering kali menjadi pelajaran yang ditakuti oleh para banyak peserta didik. Pasalnya matematika dianggap merupakan pelajaran yang sulit. Tak hanya sekadar harus pandai berhitung, banyak juga rumus matematika yang wajib dihafalkan.

Namun, terdapat kiat dari Guru Besar Pendidikan Matematika Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN MALIKI) Malang, Prof Dr Turmudi MSi, agar generasi saat ini menyukai pembelajaran matematika dan tidak ber-stigma matematika pelajaran ilmu pasti yang sulit, kaku.

Karena itu, sebagai seorang pengajar, tentunya dalam mengajarkan matematika harus disesuaikan dengan realitas sehari-hari seperti yang ditentukan Jean Piaget.

"Matematika harus dibumikan. Artinya disesuaikan dengan realitas kehidupan. Pembelajaran juga harus disesuaikan dengan kodrat peserta didik," jelas matematikawan kelahiran Kabupaten Tulungagung ini, saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Karena apa, lanjut Turmudi, meskipun nature matematika itu sulit dengan mengunakan pemikiran tingkat tinggi, namun kodrat pemikiran peserta didik adalah berkembang.  Peserta didik bukanlah sosok yang telah jadi dan bahkan stagnan dari waktu ke waktu. Akan tetapi, ia selalu bertumbuh dan berkembang.

"Dia berkembang secara fisik maupun kognitifnya. Ada tahapan-tahapan, ketika masih bayi, perkembangan sensor, sudah besar sedikit mulai muncul ego, terus usia SD sudah mulai bisa diajak berfikir yang lebih abstrak namun masih berkaitan dengan benda kongkrit. Kemudian lebih dewasa lagi bisa diajar dengan simbol-simbol formal, sehingga kembali lagi disesuaikan dengan realitas yang sederhana sampai tingkat tinggi," ungkapnya.

Maka dari itu, sebagai seorang pengajar, harus menyesuaikan dengan matematis, dimana filosofis matematika membutuhkan sesuatu pemikiran tingkat tinggi dan kemudian bisa disesuaikan dan diarahkan pada sesuatu hal-hal yang menyenangkan.

Tak sembarang, ada teori yang mendasari bisa dengan memanfaatkan benda-benda ataupun media kongkrit ataupun dikemas dengan permainan-permainan yang merangsang para peserta didik untuk tertarik dalam pembelajaran matematis.

Media manipulatif salah satunya menjadi sesuatu hal yang baik dan sarana yang mudah untuk memberikan pembelajaran. Media manipulatif dalam hal ini adalah media yang bisa dipegang, media yang bisa dilihat dan sebagainya.

" Ya seperti ruji-ruji, manik-manik, puzzle maupun benda-benda lain. Hanya kadang kan masih kerepotan untuk membawa benda-benda yang alami untuk itu. Dulu memang ada dikembangkan laboratorium matematika seperti itu, tapi sekarang sudah maju," jelasnya.

Akan tetapi, saat ini dengan kemajuan zaman, benda manipulatif tadi berkembang, bertranformasi menjadi sebuah media pembelajaran yang lebih maju, baik media pembelajaran, YouTube dan yang lainnya.  

"Kuncinya juga guru harus mempunyai seperangkat ketrampilan seputar IT, kalau guru hanya menggunakan model lama, tidak menyesuaikan tentu bisa saja tidak disenangi. Guru harus bisa memanfaatkan lebih media pembelajaran yang ada," pungkasnya.

Topik
guru besar pendidikan matematikaUIN Maliki MalangProf Dr Turmudi MSifilosifis matematikatips belajar matematika

Berita Lainnya

Berita

Terbaru