Peringati Isra' Mi'Raj, Ini yang Dilakukan Civitas UIN Malang

Mar 12, 2021 14:40
Peringatan Isra' Mi'raj dilakukan civitas UIN Maliki Malang dengan menggelar khotmil Quran dan istighotsah serta membaca shalawat bersama di ruang Lobby Rektorat, Jumat (12/3/2021) (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Peringatan Isra' Mi'raj dilakukan civitas UIN Maliki Malang dengan menggelar khotmil Quran dan istighotsah serta membaca shalawat bersama di ruang Lobby Rektorat, Jumat (12/3/2021) (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Segenap pimpinan, dosen dan tenaga pendidik di lingkungan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang memperingati peristiwa penting. Peristiwa itu adalah Isra'Mi'raj. Isra' merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari masjidil Haram Makkah menuju Masjidil Aqsha di Yerussalem, sedangkan Mi'raj perjalanan nabi menuju Sidratul Muntaha.

Peringatan Isra' Mi'raj dilakukan civitas UIN Maliki Malang dengan menggelar khotmil Quran dan istighotsah serta membaca shalawat bersama di ruang Lobby Rektorat, Jumat (12/3/2021).

Dalam kegiatan itu, Dr KH Badruddin, sebagai salah satu Dosen di Fakultas Syariah UIN Maliki Malang memberikan tausyiah menyejukkan. Di situ, ia menyampaikan, jika peristiwa Isra' Mi'raj harus dipahami dengan dasar keimanan bukan rasional.

Peristiwa Isra Mi'raj bagi orang yang tak beriman, tentu akan menolak dan tak mempercayai adanya peristiwa itu. "Isra' Mi'raj ini di luar nalar akal dan ini menjadi bukti bahwa inilah kekuasaan Allah SWT," terangnya

Berbicara Isra' Mi'raj tentu akan berhubungan dengan dimensi ruang dan waktu, untuk memahami perjalanan Rasulullah dengan kecepatan itu secara teori tentu akan mengalami kehancuran dan tak bisa dijelaskan secara nalar.

Perjalanan Nabi Muhammad ke langit ke-7 dalam satu malam, merupakan salah satu mukjizat besar yang diberikan Allah kepada utusannya. Peristiwa ini dijelaskan Allah SWT dalam surat Al-Isra ayat 1:

"Sub-hanallazi asra bi’abdiha lailam minal-masjidil-harami ilal-masjidil-aqsallazi barakna haulahu linuriyahu min ayatina, innahu huwas-samiu’ul-basir," ayat itu mempunyai arti, “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat".

Keagungan Isra' Mi'raj tidak hanya dirasakan di malam saat peristiwa itu terjadi. Saat ini pun, berabad setelahnya, Isra Miraj tetap memberikan hikmah yang tak pernah lekang oleh waktu hingga saat ini.

"Karena itulah Rasulullah tidak berjalan dengan sendirinnya. Akan tetapi beliau diberangkatkan oleh Allah SWT dan semua yang terjadi atas kehendak-Nya," terangnya.

Kisah itu dapat diceritakan Rasulullah dengan detail baik kejadian masa lampau dan juga yang akan datang dan termaktub dalam beberapa kitab serta juga terabadikan dalam Al-Qur'an.  

"Inilah kudratullah (Kekuasaan Allah SWT). Semua bisa terjadi atas kehendak-Nya," jelasnya.

Dengan adanya kejadian penting Isra'Mi'raj, tentu diharapkan mampu meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. Dalam peristiwa itu, Rasulullah juga mendapatkan perintah dari Allah SWT untuk menjalankan shalat fardhu yang ini menjadi kewajiban umat Islam. Sehingga semua umat Islam wajib untuk menjalankannya.

"Shalat itu merupakan mi'raj nya muslim yang beriman. Pada peristiwa Mi'raj inilah Rasulullah dapat perintah menjalankan shalat fardhu yang sampai saat ini menjadi kewajiban bagi ummat Islam," pungkasnya.

Topik
Isra MirajUIN Maliki MalangUIN Malik Ibrahim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru