Diduga Gas LPG Bocor, Rumah di Kota Malang Hangus Terbakar

Mar 12, 2021 10:22
Petugas UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang saat berusaha memadamkan api di rumah yang berada di wilayah Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jumat (12/3/2021). (Foto: UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang for MalangTIMES) 
Petugas UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang saat berusaha memadamkan api di rumah yang berada di wilayah Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jumat (12/3/2021). (Foto: UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang for MalangTIMES) 

MALANGTIMES- Diduga karena kebocoran gas LPG (Liquified Petroleum Gas) tabung 3 kilogram, rumah milik Muchlisotin (43) yang berada di Jalan Keben Gang II C, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang terbakar, Jumat (12/3/2021). 

Kepala UPT (Unit Pelayanan Teknis) Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Malang Muhammad Teguh Budi Wibowo mengatakan bahwa terjadi peristiwa kebakaran di wilayah Kelurahan Bandungrejosari yang dalam dugaan sementara disebabkan oleh kebocoran gas LPG 3 kilogram. "Kebocoran LPG yang kecil (3 kilogram, red). Bukan meledak ya, tapi kebocoran gas di LPG nya," ujarnya ketika dihubungi MalangTIMES, Jumat (12/3/2021). 

Pria yang akrab disapa Teguh ini menuturkan bahwa saat melakukan pemadaman anggotanya sempat mengalami kesulitan, karena lokasi kebakaran masuk ke dalam gang. "Ya sedikit kesulitan, karena masuk gang. Tapi ya nggak terlalu berarti lah kesulitannya," katanya. 

Pihaknya menerima laporan kebakaran tersebut pada pukul 06.32 WIB dan berangkat menuju lokasi kebakaran pada pukul 06.34 WIB. Sekitar pukul 08.10 WIB, petugas pemadam kebakaran sudah kembali ke kantor. "Petugas kembali ke mako pukul 08.10 WIB dengan penyelesaian pemadaman sekitar 50 menit," ujarnya. 

Anggota yang diterjunkan berjumlah 16 personel dengan menggunakan empat unit mobil pemadam kebakaran yang dipimpin oleh Komandan Regu I Edy Susianto. Untuk pemadaman sendiri, petugas menggunakan air kurang lebih 9000 liter. 

Lalu, berdasarkan hasil evakuasi dan pemeriksaan saksi-saksi di lokasi kejadian kebakaran, tidak terdapat korban jiwa atas peristiwa kebakaran tersebut, hanya saja pemilik rumah harus menelan kerugian hingga Rp 100 juta. 

"Korban jiwa laporan nihil. Kerugian materil kurang lebih Rp 100 juta. Area terbakar kurang lebih 4 x 6 meter dan termasuk rumah tinggal. Kayaknya kos-kosan itu Mas," terangnya. 

Selain itu, untuk di Kota Malang sendiri, dikatakan Teguh bahwa kebakaran yang disebabkan oleh kebocoran gas tabung LPG 3 kilogram ada namun tidak terlalu sering. "Ya ada saja. Tidak terlalu sering. Mungkin karena selang dari LPG sudah aus atau regulatornya aus itu juga bisa," katanya. 

Sementara itu, untuk mengantisipasi kebakaran yang disebabkan oleh kebocoran gas tabung LPG, Teguh mengimbau kepada masyarakat agar setelah membeli LPG harus berhati-hati saat menggunakannya. 

"Yang jelas masyarakat ketika membeli LPG harusnya diperiksa dulu. Dalam artian ketika sampai di rumah, segel dibuka coba dikucur air. Kalau ada gelembung berarti ada kebocoran di katup LPG nya," bebernya. 

Selain itu, menurut Teguh masyarakat juga harus seringkali memeriksa kondisi selang dan regulator dari LPG tersebut untuk dibersihkan. "Terus tungku di LPG harus sering dibersihkan juga dengan sikat baja itu bisa. Minimal menghindari buntunya LPG waktu mau masuk ke tungku," terangnya. 

Terakhir, Teguh menyarankan agar menempatkan posisi tabung LPG ditempat yang terbuka. Teguh pun juga menyarankan agar tidak meletakkan tabung LPG didalam ruangan yang tertutup rapat. "Kemudian menempatkan LPG di tempat terbuka, jangan didalam ruangan yang tertutup rapat. Karena menghindari ketika LPG bocor bisa tercium gas LPG nya. Itu aja sih sarannya," pungkasnya.

Topik
Berita MalangKebakaran Malangmuhammad teguh budi wibowopmk kota malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru