Wujudkan Anak Kritis dan Berpola Pikir Cerdas, Pemkot Malang Dorong Pembelajaran STEAM

Mar 10, 2021 18:50
Walikota Malang Sutiaji (dua dari kiri) didampingi Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana (paling kiri), saat memberikan sambutan dalam bimbingan teknis implementasi STEAM pada PAUD (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Walikota Malang Sutiaji (dua dari kiri) didampingi Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana (paling kiri), saat memberikan sambutan dalam bimbingan teknis implementasi STEAM pada PAUD (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Implementasi pembelajaran STEAM (Science, Engneering, Technology, Art, Mathematic) untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) didorong Walikota Malang maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang. Sebab, menurutnya, pola pembelajaran STEAM efektif dalam membentuk anak untuk berpikir kritis serta memiliki pola pikir cerdas.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Malang Sutiaji didampingi Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, dihadapan 60 guru PAUD yang hadir di Aula Disdikbud Kota Malang dalam kegiatan Bimtek Implementasi STEAM, Rabu (10/3/2021).

"Goals nya adalah membuat anak aktif, kritis. Makanya itu kita dorong, itu kan sumber ajar adanya di sekolah masing-masing," bebernya.

Pembelajaran STEAM sendiri memfokuskan penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, teknik dan matematika juga seni yang didesain secara kreatif. Selain itu pondasi STEAM terletak pada aspek kolaborasi dengan pembelajaran inkuiri dan berbasis proses. Sehingga STEAM juga mengarahkan anak untuk berpikir kritis, inovatif, dan memecahkan masalah.

Untuk saat ini, masih dalam tahapan bimbingan teknis dalam untuk pembelajaran sistem pembelajaran menggunakan STEAM. Namun untuk parameternya, saat ini masih belum ditetapkan dan masih tengah berproses dalam penyusunan.

“Kita melihat diri kita saja sudah masuk disitu. Di tubuh manusia itu ada teknologi, ada ilmu pengetahuannya. Mengenalkan anak pada dirinya sudah bisa. Pada hidung, matanya berapa. Bagaimana bentuk matanya, mengapa berbeda dengan temannya. Itu caranya, kemudian dijelaskan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana menambahkan, jika target bila nantinya para guru PAUD telah menjalankan pola pembelajaran STEAM, tentu mendukung tercapainya kurikulum yang bermuatan Higher Order Thinking Skill (HOTS).

HOTS  merupakan proses berpikir peserta didik dalam level kognitif yang lebih tinggi dan dikembangkan dari berbagai konsep serta metode kognitif maupun taksonomi pembelajaran seperti metode problem solving, taksonomi bloom, dan taksonomi pembelajaran, pengajaran, dan penilaian.  

HOTS meliputi di dalamnya kemampuan pemecahan masalah, kemampuan berpikir kreatif, berpikir kritis, kemampuan berargumen, dan kemampuan mengambil keputusan.

"Ini kan pembelajaran yang mengarahkan anak kita yang mestinya punya talenta sendiri, namun diarahkan agar mereka tak salah. Disitu (STEAM) ada pengetahuan  teknologi, art, matematika, sehingga kembali lagi membuat pola pikir anak-anak kita semakin cerdas," pungkasnya.

Topik
Disdikbud Kota MalangWali Kota Malang SutiajiKota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru