Sepekan Dirawat di RS Lapangan, Bagaimana Kabar Penghuni Yayasan Bhakti Luhur yang Positif Covid-19?

Mar 10, 2021 14:44
Suasana Yayasan Bhakti Luhur Malang dengan pengamanan ketat saat akan dikunjungi oleh Wali Kota Malang Sutiaji, Rabu (3/3/2021). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES) 
Suasana Yayasan Bhakti Luhur Malang dengan pengamanan ketat saat akan dikunjungi oleh Wali Kota Malang Sutiaji, Rabu (3/3/2021). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Sebanyak 37 penghuni Yayasan Bhakti Luhur Malang yang dirawat di Rumah Sakit Lapangan Idjen Boulevard beberapa waktu lalu sudah membaik dan sembuh. Saat ini 37 penghuni tersebut sudah diperbolehkan untuk kembali ke Yayasan Bhakti Luhur. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Dokter Husnul Muarif mengatakan bahwa dari total penghuni yang dirawat di Rumah Sakit Lapangan Idjen Boulevard Malang yakni 43 orang, sebanyak 6 orang masih menjalani perawatan untuk penyembuhan. 

"Kemarin sudah diinformasikan (37 penghuni, red) pulang ke yayasan. Sekarang tinggal 6 orang yang di Rumah Sakit Lapangan. Jadi risikonya sudah berkurang, keluhannya sudah berkurang dan sudah bisa dilakukan pengawasan oleh pihak yayasan, tapi dipisahkan," ujarnya kepada awak media, Rabu (10/3/2021). 

Sebelumnya, sebanyak 170 penghuni Yayasan Bhakti Luhur dinyatakan positif berdasarkan hasil Rapid Antigen. Dari 170 penghuni tersebut, sebanyak 43 penghuni dirawat di Rumah Sakit Lapangan Idjen Boulevard karena rentan terpapar Covid-19. 

Hal itu disebabkan sebanyak 43 penghuni tersebut memiliki penyakit bawaan atau komorbid dan secara bertahap dirawat di Rumah Sakit Lapangan Idjen Boulevard. Mulai dari 10 penghuni, 16 penghuni hingga 17 penghuni. 

Husnul menuturkan bahwa saat ini, Yayasan Bhakti Luhur Malang sedang dilakukan pengamanan dan pemantauan ketat oleh Dinas Kesehatan Kota Malang, Puskesmas Mulyorejo dan dokter spesialis yang khusus bertanggungjawab untuk proses isolasi mandiri di dalam wilayah Yayasan Bhakti Luhur Malang. 

"Selain penghuni yayasan tidak diizinkan masuk ke yayasan selama penghuninya melakukan isolasi mandiri. Selanjutnya, akan dilakukan rapid antigen lagi pada 11 Maret 2021 kepada isoman di yayasan itu," terangnya. 

Dokter berkacamata tersebut mengatakan bahwa dari hasil Rapid Antigen sebelumnya digunakan sebagai evaluasi terhadap kondisi para penghuni Yayasan Bhakti Luhur Malang. 

"Kemudian akan kita lakukan lagi secara bertahap. Hasil swab antigen nanti yang positif dan negatif tentu akan dipisah. Yang positif tetap menjalani isolasi dengan pengawasan," katanya. 

Lebih lanjut, Husnul menuturkan bahwa di dalam Yayasan Bhakti Luhur Malang sudah terdapat tim kesehatan yang bertanggungjawab dalam melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap penghuni yang terdiri dari pengasuh dan anak difabel. 

"Di sana sudah ada pengawasnya dan pengasuhnya yang memang spesialis untuk difabel. Kita akan terus memberikan motivasi dan sosialisasi protokol kesehatan dalam pendampingan selama isolasi," pungkasnya.

Topik
rumah sakit lapanganrumah sakit lapangan kota malangyayasan bhakti luhuryayasan bhakti luhur kota malangcovid 19 di bhakti luhur
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru