Perdana, KA Kertanegara Berangkat dari Stasiun Malang

Mar 10, 2021 12:11
Gerbong KA Kertanegara yang diberangkatkan secara perdana di Stasiun Malang, Rabu (10/3/2021). (Foto: Humas PT KAI Daop 8 Surabaya) 
Gerbong KA Kertanegara yang diberangkatkan secara perdana di Stasiun Malang, Rabu (10/3/2021). (Foto: Humas PT KAI Daop 8 Surabaya) 

MALANGTIMES - Untuk meningkatkan pelayanan kepada para calon penumpang kereta api, secara perdana PT KAI Daop (daerah operasional) 8 Surabaya memberangkatkan Kereta Api Kertanegara melalui Stasiun Malang pada hari ini, Rabu (10/3/2021). 

Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif mengatakan, bahwa Kereta Api Kertanegara melayani relasi Stasiun Malang - Madiun - Solo Balapan - Yogyakarta - Purwokerto PP dengan memiliki 5 gerbong kereta eksekutif dan 3 gerbong kereta ekonomi. 

"Dengan kapasitas tempat duduk sesuai protokol kesehatan 333 penumpang. Berangkat dari Stasiun Malang pukul 08.20 WIB dan tiba di Stasiun Purwokerto pukul 17.17 WIB," ujarnya dalam pers rilis yang diterima media online ini, Rabu (10/3/2021). 

Lanjut Luqman, bahwa Kereta Api Kertanegara menghubungkan beberapa kota strategis, diantaranya Kota Malang, Kota Solo, Yogyakarta hingga Purwokerto. Di mana, semuanya terkenal dengan daerah wisata, pendidikan hingga kuliner. 

"Hari ini adalah pemberangkatan perdana KA Kertanegara, total ada 106 penumpang yang naik. KA Kertanegara memiliki waktu tempuh 8 jam 46 menit. Lebih cepat 4 jam dibanding moda darat lainnya," terangnya. 

Dalam perjalanan Kereta Api Kertanegara terdapat tarif yang diberlakukan yakni TBB (Tarif Batas Bawah) dan TBA (Tarif Batas Atas). Yakni dengan rincian harga tiket untuk kelas eksekutif sebesar Rp 300 ribu dan kelas ekonomi sebesar Rp 170 ribu. 

Sementara itu, Luqman juga menambahkan bahwa merujuk pada Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 20 Tahun 2021, calon penumpang kereta api jarak jauh wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif Rapid Antigen atau GeNose C19 atau RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam sebelum jam keberangkatan. 

Lebuh lanjut, khusus untuk keberangkatan selama libur panjang atau libur keagamaan, sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum jam keberangkatan. 

"Bagi pelaku perjalanan di bawah umur 5 tahun tidak diwajibkan untuk tes RT-PCR atau Rapid Test Antigen atau Genose test sebagai syarat perjalanan," terangnya. 

Untuk rincian biaya melakukan Rapid Antigen yang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 105 ribu dan berlaku di Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasarturi, Stasiun Malang, Stasiun Sidoarjo dan Stasiun Mojokerto. 

Selain itu, terkait rincian biaya pelaksanaan tes GeNose C19, PT KAI Daop 8 Surabaya menerapkan harga Rp 20 ribu dan telah diterapkan di tiga stasiun, yakni Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasarturi dan Stasiun Malang. 

"Jadi pelanggan bisa memilih ingin menggunakan layanan Rapid Test Antigen atau GeNose C19," katanya. 

Luqman kembali menegaskan bahwa PT KAI Daop 8 Surabaya juga menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yakni 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak). 

"KAI berkomitmen menerapkan disiplin protokol kesehatan Covid-19 dengan ketat di stasiun maupun selama dalam perjalanan. Serta mendukung upaya pemerintah dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19 pada transportasi kereta api," tandasnya. 

Terakhir, Luqman juga mengingatkan bahwa untuk pemesanan tiket kereta api, masyarakat sudah dapat melakukan pemesanan tiket untuk keberangkatan Bulan Maret pada aplikasi KAI Access, situs kai.id dan channel pembelian online lainnya.

Topik
ka kertanegaraPT KAI Daops 8tiket ka kertanegaratujuan ka kertanegara

Berita Lainnya

Berita

Terbaru