Viral Dugaan Suara Kapolresta Malang Kota Instruksikan Penembakan, Leo: Itu Videonya Dipotong

Mar 09, 2021 19:02
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata (tengah) saat ditemui awak media di Mapolresta Malang Kota, Senin (8/3/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata (tengah) saat ditemui awak media di Mapolresta Malang Kota, Senin (8/3/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Viral dugaan suara Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata yang diunggah pada akun twitter @VeronicaKoman pada hari Selasa (9/3/2021) pukul 14.07 WIB berdurasi 0.23 detik, dengan suara lantang memerintahkan anggotanya untuk melakukan penembakan terhadap massa aksi yang berada di luar Mapolresta Malang Kota. 

Selain pada akun twitter @VeronicaKoman, video viral tersebut juga diunggah pada akun facebook bernama Hendrik Rumaropen pada hari Selasa (9/3/2021) dengan memberikan tulisan yang menyatakan bahwa suara tersebut merupakan suara dari Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata. 

"Heboh! PERNYATAAN PERANG oleh Kepala Polisi Resort Kota Malang, Kombes. Pol. Dr. Leonardus Harapantua Simarmata Permata, S.Sos., S.I.K., M.H., terhadap mahasiswa Papua. DARAH MEREKA (MAHASISWA PAPUA) itu HALAL," tulis dalam akun facebook Hendri Rumaropen. 

"Kepada bawahannya, secara tegas Kapolresta Malang Kota, memberi perintah untuk menembak mahasiswa Papua, bahkan dia mengatakan 'Darah Mahasiswa Papua itu Halal', ia pun menyatakan siap bertanggungjawab untuk itu. Sebelumnya massa aksi yang tergabung dalam aksi solidaritas memperingati IWD (International Women Day) berakhir pembubaran dan penangkapan secara paksa lalu kemudian diangkut ke Mapolresta Malang Kota," tambahnya yang dituliskan dalam akun facebook tersebut. 

Massa aksi yang berada di luar Mapolresta Malang Kota merupakan bagian dari massa aksi peringatan International Women's Day (IWD) 2021 di Kota Malang yang berakhir ricuh dan pemecahan kaca mobil truk dalmas Polresta Malang Kota. 

Dikonfirmasi mengenai viralnya video tersebut, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata membenarkan bahwa suara dalam video tersebut memang suara dirinya. Namun yang menyebabkan kesalahan informasi di masyarakat adalah video tersebut sudah diedit dan dipotong. 

"Ya kita sampaikan, itu videonya dipotong. Itu videonya dipotong," ujarnya ketika ditemui awak media di Mapolresta Malang Kota, Selasa (9/3/2021). 

Perwira yang akrab disapa Leo itu pun menjelaskan, bahwa kejadian pada malam hari tersebut sebenarnya massa aksi mencoba untuk memaksa masuk kedalam wilayah Mapolresta Malang Kota. 

"Jadi yang benar itu adalah mereka mencoba merangsek masuk ke dalam satuan saya. Itu kan pintu ditutup. Mereka memaksa masuk. Jadi itu video dipotong sama dia. Karena mereka memaksa  masuk saya katakan tidak boleh masuk. Kalau kamu masuk itu ada aturannya, kita punya SOP. Ada yang mau mencoba masuk pasti kita akan lakukan tindakan tegas itu tadi," jelasnya. 

Leo menegaskan, bahwa kondisi kemarin malam memang dari pihak massa aksi yang berjumlah sekitar puluhan tersebut memaksa masuk ke dalam wilayah Mapolresta Malang Kota dan petugas langsung melakukan penjagaan ketat di pintu gerbang Mapolresta Malang Kota. 

"Ya memang mau memaksa untuk masuk. Makanya dipotong aja kan itu waktu saya ngomong melaksanakan tindakan tegas itukan. Saya ada video lengkapnya. Kalau itu dipotong-potong ya pasti berbeda itunya (pemaknaan, red)," tandasnya.

Topik
viral video instruksi penembakanMahasiswa Papuaberita kota malangKapolresta Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru