Polresta Malang Kota Ringkus Dua Pelempar Batu ke Mobil Polisi

Mar 08, 2021 20:12
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata (tengah) saat merilis ungkap kasus pelemparan batu terhadap mobil polisi, Senin (8/3/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata (tengah) saat merilis ungkap kasus pelemparan batu terhadap mobil polisi, Senin (8/3/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Jajaran Satreskrim (Satuan Reserse Kriminal) Polresta Malang Kota berhasil meringkus dua pelaku pelemparan batu terhadap mobil polisi di wilayah Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) Kota Malang. Keduanya atas nama MF (23) dan DY (25). Aksi keduanya menyebabkan pecah kaca belakang mobil  polisi.

MF (23) merupakan warga Jalan Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Sedangkan  DY (25) merupakan warga Perum Bumi Asri, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, yang berdomisili di Perumahan Permata Jingga, Kota Malang. 

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata menjelaskan, kedua pelaku diringkus setelah adanya operasi balap liar rutin yang digelar di kawasan Jalan Soekarno-Hatta.   "Jadi, kedua pelaku ini di Suhat mau mengetes mobil Honda Brio dengan nomor polisi N-1741-KS yang sudah memakai mesin balap. Saat dihadang petugas, mereka kabur dengan mundur menabrakkan ke mobil kita," ungkapnya  saat ungkap rilis kasus di Mapolresta Malang Kota, Senin (8/3/2021). 

Perwira yang akrab disapa Leo ini melanjutkan, setelah menabrakkan mobilnya ke mobil petugas, dua pelaku kabur. "Dia akhirnya kabur dan pulang ke rumahnya. Setelah itu keluar lagi dengan menggunakan sepeda motor tanpa pelat nomor," ujarnya. 

Ketika  kedua pelaku keluar kembali dengan mengendarai sepeda motor warna kuning tanpa nomor polisi, MF  membawa batu batako. "Saat keluar kembali, MF melemparkan batu batako ke mobil petugas yang sedang terparkir atas perintah DY. Hal itu menyebabkan kaca mobil bagian belakang pecah," terangnya. 

Usai  pelemparan batu batako terhadap mobil petugas tersebut, petugas Polresta Malang Kota kemudian mengejar pelaku. Mereka  berhasil diamankan di kediamannya. "Dini hari sekitar pukul 01.15 WIB, tersangka kami  jemput di rumahnya," ucapnya. 

Mantan wakapolrestabes Surabaya ini juga membeberkan, kedua pelaku mengaku sadar saat melakukan tindakan pelemparan batu ke mobil petugas. "Saat melakukan pelemparan batu, kedua pelaku dalam kondisi sadar tanpa pengaruh miras (minuman keras, red). Kami juga sempat melakukan tes narkoba dan hasilnya negatif," ungkapnya. 

Motif kedua pelaku yakni kesal dan sakit hati karena agenda balapannya digagalkan  aparat Polresta Malang Kota. "Motifnya sakit hati karena balapannya digagalkan. Lalu melempar kendaraan petugas dengan batu. Saat itu dia sudah persiapan balap, sedang cari musuh," katanya. 

Leo juga mengklarifikasi bahwa saat dilakukan pengejaran dan penangkapan terhadap kedua pelaku,  tidak terdapat tembakan yang dikeluarkan polisi. "Jadi, untuk tembakan tidak ada. Saya turun langsung ke lapangan dan mengimbau kepada seluruh anggota agar tidak sembarangan melepaskan tembakan," tandasnya. 

Atas perbuatannya, kedua pelaku dikenakan Pasal 310 dan 312 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ancaman hukuman kurungan penjara paling lama tiga tahun dan denda paling banyak Rp 75 juta. "Selain itu, MF dan DY dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengerusakan benda dengan ancaman paling lama lima tahun penjara," pungkasnya.

Topik
Polresta Malang KotaBalap Liar Soekarno HattaRusak mobil polisiKapolresta Malang Kota
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru