BLC Akan Diupdate Besok, Sekitar 42 Persen Daerah di Jatim Sudah Zona Kuning Covid-19

Mar 08, 2021 17:48
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat konferensi pers ketika menghadiri agenda sertijab Bupati dan Wakil Bupati Malang, Senin (8/3/2021). (Foto: Istimewa)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat konferensi pers ketika menghadiri agenda sertijab Bupati dan Wakil Bupati Malang, Senin (8/3/2021). (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Saat ini sekitar 42 persen wilayah di Jawa Timur (Jatim) masuk zona kuning Covid-19. Hal itu disampaikan langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, usai menghadiri agenda penyampaian potensi dan investasi di wilayah Kabupaten Malang oleh Bupati Malang Sanusi kepada Gubernur Jatim, Senin (8/3/2021).

”Sekitar 42 persen wilayah Kabupaten dan Kota yang ada di Jawa Timur sudah masuk zona kuning,” ungkapnya saat ditemui awak media usai agenda yang dilangsungkan di Pendapa Kabupaten Malang, yang berlokasi di Jalan Panji, Kecamatan Kepanjen ini berakhir.

Jika dikalkulasikan, dijelaskan Khofifah, sekitar 42 persen wilayah di Jatim yang masuk zona kuning tersebut, setara dengan 16 kabupaten dan kota. Data tersebut, merupakan data update yang diperoleh Khofifah pada minggu lalu.

”Mulai Selasa (minggu) yang lalu sudah 16 kabupaten dan kota di Jatim yang masuk zona kuning,” terangnya.

Meski sudah nyaris separuh wilayah pemerintahan di Jatim masuk zona kuning, namun data tersebut diperkirakan masih bisa berubah-ubah. Sebab, update zonasi Covid-19 bakal diupdate lagi pada besok (Selasa 9/3/2021).

”Jadi kita akan update per besok, karena BLC (bersatu lawan Covid-19) itu tiap Selasa akan mengupdate zonasi, dan betapa zonasi Covid-19 ini sangat dinamis sekali,” ulasnya.

Khofifah menambahkan, dari 16 wilayah yang masuk zona kuning tersebut salah satunya adalah Kabupaten Malang. ”Oleh karena itu meskipun sekarang katakanlah Kabupaten Malang sudah zona kuning, tapi jangan sampai melonggarkan untuk menerapkan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Protokol kesehatan yang dimaksud Khofifah tersebut, meliputi 5M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sambun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

”Jadi mulai dari menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, jangan berkerumun ini tetap akan menjadi keharusan kedisiplinan dari protokol kesehatan yang harus kita jaga,” pungkasnya.

Topik
Khofifah Indar ParawansaBupati Malang SanusiKabupaten Malangzona kuning

Berita Lainnya

Berita

Terbaru