Tega, Pria ini Habisi Nyawa Bocah 9 Tahun Hanya karena Selisih Paham dengan Ayah Korban

Mar 08, 2021 16:32
Pelaku rambut merah (Tengah) saat digiring oleh petugas Polres Pamekasan (Foto: Istimewa)
Pelaku rambut merah (Tengah) saat digiring oleh petugas Polres Pamekasan (Foto: Istimewa)

PAMEKASANTIMES - Nasib nahas dialami seorang bocah inisial (AATA) yang masih berusia 9 tahun asal Dusun Ombul, Desa Taraban, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan. Dia menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh rival ayahnya sendiri.

Kabag Humas Polres Pamekasan AKP Nining Dyah Ps, mengatakan, pembunuhan tersebut terjadi akibat perselisihan antar orang tua korban dengan inisial (UA) 20 tahun warga Jl. Pahlawan No 76 Kelurahan Karangduak, Kec Kota Kab. Sumenep.

"Motif karena sakit hati kepada ayah korban dan sampai saat ini masih dalam pendalaman penyidik sat reskrim Polres Pamekasan," katanya, Senin (08/03/2021)

Menurutnya, kronologis kejadian pada hari Minggu (07/03/2021) sekira pukul 23.45 WIB. Korban yang masih duduk dibangku kelas 2 Sekolah Dasar (SD) itu sedang berada di dalam kamar sementara kedua orang tuanya berada di ruang tamu, tiba-tiba pelaku (UA) masuk ke dalam rumah sambil membawa sebilah pedang.

Karena ketakutan orang tua korban Karimullah (58) tahun bersama istrinya Kuntari (42) tahun langsung keluar rumah untuk memberitahukan kepada Sekretaris Desa (Sekdes) setempat. Sementara Ibu korban langsung memberitahukan kepada Bibik pelaku bahwa (UA) mengamuk dirumahnya.

"Setelah kembali ke rumahnya, orang tua korban langsung masuk ke dalam rumah kemudian melihat ke dalam kamar tiba tiba korban sudah dalam keadaan bersimbah darah dengan posisi telungkup dengan luka pada kepala belakang selebar 1 centimeter,"katanya.

Setelah mendapat laporan, pihak Polres Pamekasan langsung melakukan pencarian terhadap tersangka (UA) dan berhasil melakukan penangkapan di rumah bibinya di Desa Taraban, Kecamatan Larangan, Pamekasan, dan sedang dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Pelaku dikenakan Pasal 340 SUB 338 SUB 351 AYAT 3 KUHP, dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup, atau paling lama 20 tahun,"tutupnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan yakni satu bilah pedang dengan panjang 108 centimeter yang ada bercak darahnya dengan gagang terbuat dari kayu yang dililiti tali warna hitam. Kemudian sarung pedang terbuat dari kayu yang dililiti tali berwarna hitam dan juga terdapat tali berwarna merah kombinasi kuning dengan fariasi besi warna emas.

Satu kemeja warna hijau lumut bermotif garis yang terdapat saku di sebelah kiri bagian dada, dan satu buah sarung warna hitam dengan kombinasi motif warna abu- abu. satu kaos dalam warna putih berlumuran darah, serta satu kerah dengan warna liris hitam, kuning, abu-abu berlumuran darah.

Topik
KAbupaten PamekasanPolres PamekasanKorban PembunuhanBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru