Mahasiswa Meninggal saat Ikuti Diklat Perguruan Silat di Coban Rais

Mar 07, 2021 19:05
Beberapa panita kegiatan diklat maupun teman-teman korban berkumpul di depan parkiran RS Karsa Husada, Kota Batu, Minggu (7/3/2021). (Foto: Mariano Gale/MalangTIMES)
Beberapa panita kegiatan diklat maupun teman-teman korban berkumpul di depan parkiran RS Karsa Husada, Kota Batu, Minggu (7/3/2021). (Foto: Mariano Gale/MalangTIMES)

BATUTIMES - Salah satu mahasiswa UIN Maliki Malang angkatan tahun 2020, Miftah Rizki Prataman, asal Bandung, meninggal dunia saat mengikuti pendidikan dan latihan (diklat) yang diselenggarakan Pagar Nusa di Coban Rais, Batu,  Minggu 7 Maret 2021.  Miftah meninggal di RS Karsa Husada Batu.

Wakil Rektor 3 UIN Maliki  Dr Isroqun Najah saat ditemui di RS Karsa Husada hanya berkomentar sedikit terkait kejadian itu. "Nanti saja ya, biar selesai dulu semuanya," ujarnya.

Dengan adanya kejadian tersebut, pihak kampus memberi imbauan kepada semua mahasiswa untuk tidak melakukan kegiatan di luar kampus.

Info di lapangan, sebelum meninggal, Miftah sempat mengeluh kepada beberapa panita bahwa  dirinya memiliki penyakit ginjal. Hal itu juga diungkapkan pelatih UKM Pagar Nusa Nauval Wafaul Faid saat ditemui di RS Karsa Husada.

"Proses dilakukan diklat kan, peserta jalan jongkok dari ground sampai Coban Rais. Saat mau sampai, korban mengeluh kalau dia memiliki penyakit ginjal," ujarnya.

Saat peserta hendak dibariskan, Miftah  terjatuh dengan kondisi lemas dan sesak. Kemudian panitia memberikan  pertolongan pertama kepada korban. Miftah lantas dibawa ke RS Karsa Husada.

"Korban dibawa ke RS bersama dua panitia menggunakan sepeda motor. Pengakuan panitia yang membawa korban, katanya korban masih sadar dan masih menanggapi omongan panitia. Saat sampai di RS dan dirawat, beberapa jam kemudian kami dikabarkan oleh dua panitia itu bahwa korban telah meninggal dunia. Kabar itu sekitar pukul 16.00 WIB," ungkap Nauval.

Diketahui sebelum melakukan proses diklat di Coban Rais, pada Jumat (5/3/2021), ada 41 peserta dan 15 panitia menggelar kegiatan di Karangploso. Saat berada di Karangploso, peserta melakukan kegiatan teori dan dilanjut istighotsah serta tahlilan.

Keesokan harinya, Sabtu (6/3/2021), peserta diberangkatkan dari SMK Mahardika Karangploso menuju Tlekung dengan menggunakan truk. "Sesampainya di Tlekung, peserta diturunkan dan mulai jalan kaki ke Coban Rais melakui jalur Coban Putri. Saat sampai di ground Coban Rais, peserta mulai diintruksikan jalan jongkok," beber Nauval.

Kepala Resort Pemangku Hutan (KRHP) Hadi Mustofa membenarkan adanya diklar tersebut. Dia juga mengatakan ada satu mahasiswa meninggal dunia, dan jenazahnya berada di RS Karsa Husada.

"Menurut keterangan dari panita, memang begitu. Diklatnya itu, mereka melakukan perjalanan dari Tlekung ke Coban Rais sekitar 3 kilometer. Setelah sampai, ada salah satu mahasiswa yang merasa dadanya kesakitan dan langsung dibawa ke RS," katanya.

Topik
UIN Maliki MalangPagar Nusa

Berita Lainnya

Berita

Terbaru