Cetak Juragan Muda, SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo Curi Perhatian Kemendikbud

Mar 07, 2021 16:44
Kepala Sekolah SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo Abdul Mujib Syadzili (tiga dari kiri) bersama perwakilan Telkom dan perusahaan swasta (foto: SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo for MalangTIMES)
Kepala Sekolah SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo Abdul Mujib Syadzili (tiga dari kiri) bersama perwakilan Telkom dan perusahaan swasta (foto: SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nahdatul Ulama (NU) Sunan Ampel Poncokusumo, Kabupaten Malang menjadi salah satu sekolah yang mendapatkan perhatian dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI karena memiliki roadmap pengembangan sekolah yang terencana dengan baik.

Sekolah yang berada di Jalan Raya Subandi, Robyong, Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang memiliki program pengembangan sekolah yang terencana dengan baik, seperti sudah memiliki roadmap pengembangan mulai satu hingga 15 tahun ke depan.

“Perencanaan yang baik itu kami sampaikan ke kementerian. Kami laporkan terkait pengembangan lembaga yang benar-benar mengedepankan SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo itu menjadi pusat peningkatan SDM para siswanya untuk bisa masuk ke dunia usaha atau dunia kerja,” ungkap Kepala Sekolah SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo, Abdul Mujib Syadzili kepada media ini, Minggu (7/3/2021).

Sekolah yang tidak hanya menerapkan pelatihan bagi siswanya agar menjadi lulusan terbaik dalam hal akademik, SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo juga melatih siswanya agar menjadi entrepreneur sejati. Sehingga nantinya ketika lulus dan telah matang dalam studinya bisa mengembangkan usaha sesuai dengan prodi yang diambil.

“Dari situ kami akan mencetak juragan muda melalui pelatihan yang ada di sekolah,” ujar kepala sekolah yang akrab disapa Gus Mujib itu.

Karena merasa telah memiliki program yang mampu diunggulkan, SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo akhirnya mengusulkan kepada pemerintah.

“Paling tidak ada peran yang diambil oleh pemerintah dalam hal ini apa yang direncanakan SMK NU Sunan Ampel,” kata Mujib.

Usulan itupun membawa dampak positif bagi SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo. Pasalnya, pemerintah pusat melalui Direktorat SMK Kemendikbud memberikan program CoE (Center of Excellence).

CoE sendiri merupakan program dari Direktorat SMK Kemendikbud yang diluncurkan pada Juli 2020 lalu. Hal itu juga sebagai upaya menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Kejuruan, yang salah satu amanatnya adalah revitalisasi SMK secara komprehensif untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing.

Dengan program yang diberikan itu, SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo juga diberikan bantuan yakni berupa anggaran yang dirupakan peralatan sekolah dan bangunan untuk menunjang kegiatan

“Jadi kami diberi bantuan oleh Kementerian Pendidikan pusat berupa peralatan senilai Rp 3 miliar dan bangunan gedung dan kegiatan senilai Rp 2 miliar. Total ada Rp 5 miliar,” beber Mujib.

Dalam hal ini Mujib menanggapi bahwa bantuan tersebut merupakan hal positif karena pemerintah telah memandang lembaga pendidikan tatkala memiliki program yang bagus dan ditangani secara serius, sehingga bisa mendapat respon positif dari pemerintah.

“Positif lainnya yaitu saat ini banyak lembaga yang ingin bekerjasama dengan sekolah. Karena peralatan yang relatif lengkap dan efisiensi perusahaan cukup bagus. Karena jika perusahaan akan merekrut karyawan dan melakukan training tentu biayanya sangat besar. Tapi jika sudah melalui sekolahan yang memiliki peralatan lengkap dan dikelola secara profesional tentu juga meringankan perusahaan untuk mencari karyawan,” paparnya.

Saat ini, impian tersebut sudah terwujud karena SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo sudah bekerjasama dengan Telkom.

“Mereka sudah beberapa kali melakukan kegiatan yang pertama itu sinkronisasi kurikulum, lalu pelatihan magang kerja bagi guru dan siswa. Itu sangat positif dalam menyambut program yang digulirkan pemerintah,” ujarnya.

Sekolah yang memiliki enam program studi (prodi) yang antara lain adalah Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Sepeda Motor (TSM), Teknik Pengolahan Hasil Pertanian, Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP) dan Keperawatan ini juga ingin merubah mindset masyarakat bahwa masuk ke jurusan pertanian itu bukan untuk mencangkul atau sebagainya, tapi lebih mengarah ke perkembangan teknologi.

“Jadi lebih ke analisis permasalahan, lalu kesulitan apa yang muncul ketika tanaman susah tumbuh atau sebagainya. Nah kalau langsung ke masyarakat kan lama itu ujicobanya,” ujar Mujib.

“Itu sebenarnya yang kami inginkan, belajar bersama di sekolah lalu jika sudah matang dengan ilmu yang didapatkan itu bisa kembali menerapkan kepada masyarakat,” pungkasnya.

 

Topik
smk nu sunan ampel poncokusumoBerita Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru