Kisah Wali Allah yang Dibawakan Emas oleh Ikan Laut

Mar 07, 2021 09:09
Ilustrasi. (Foto: islamindonesia).
Ilustrasi. (Foto: islamindonesia).

INDONESIATIMES - Dikenal dengan kisah pertaubatannya, semula seorang yang gemar berfoya-foya dan minum khamr hingga akhirnya menjadi wali Allah SWT, Malik bin Dinar rupanya memiliki cerita ajaib yang menarik.

Malik bin Dinar al-Sami, putra seorang budak Persia dari Sejestan (Kabol), juga muris Abu Said bin Abul-Hasan Yasar al-Basri atay dikenal Hasan al-Basri, seorang sufi ternama

Di perjalanan hidupnya inilah, 

Malik bin Dinar pernah diberi emas oleh ikan di lautan. Seperti apa kisahnya?

Kala itu, diceritakan dalam kitab al-Kawakib al-Duriyyah fii Tarajim al-Sadah al-Shufiyyah, Malik bin Dinar pernah menaiki kapal sebagai penumpang. Namun, saat diminta untuk membayar sewa, dirinya tak membawa sekeping dinar pun.

Pelaut meminta ongkos kepadanya, namun Malik menjawab bahwa dia tidak memiliki uang untuk dipakai membayar. Bahkan, pemilik kapal itu bertanya beberapa kali, namun jawaban Malik bin Dinar tetap sama.

Jawaban itupun membuat para pelaut tersulut, dan menjadikan Malik bin Dinar dipukul hingga pingsan. Ketika ia terbangun, awak kapal masih juga kembali bertanya, lagi-lagi jawaban yang diucapkan Malik sama, bahwa dirinya tidak memiliki uang.

Karena itulah, para awak kapalpun sepakat untuk melemparkan Malik bin Dinar ke lautan, tapi Malik tampak tetap tenang. Di saat posisi kepalanya di bawah dan kakinya di atas, siap untuk diceburkan ke laut, tiba-tiba sekawanan ikan datang untuk menolongnya

Ikan-ikan itu kemudian mendongak ke atas, ternyata kawanan ikan membawa uang dinar berlapis emas di mulutnya. Melihat itu, Malik lalu mengulurkan tangannya dan mengambil dua dinar dari salah satu ikan, kemudian memberikannya kepada awak kapal.

Melihat ini, para awak kapal menundukkan diri jatuh ke kakinya. Dia (Malik) kemudian berjalan di permukaan air dan menghilang. Dari kisah ini pulalah, ia dikenal dengan Malik bin Dinar.

Malik bin Dinar disebut-sebut sebagai ahli hadis yang terpercaya, ia meriwayatkan hadis-hadis dari rantai otoritas pada masa awal, seperti dari Anas bin Malik dan Ibnu Sirin. Malik bin Dinar juga diketahui sebagai seorang ahli kaligrafi Alquran yang terkemuka. Dia wafat sekitar tahun 130 H / 748 M.

Topik
Allah SWTwali allahmalik bin dinar

Berita Lainnya

Berita

Terbaru